Arung Jeram Pekalen Buka Lagi, Solusi Wisata Sehat ditengah Pandemi

0
1195

PROBOLINGGO | Nawacita – Momen menaklukan arung jeram di sungai Pekalen desa Asinan, kecamatan Tiris, kabupaten Probolinggo bisa dinikmati lagi. Kali ini melalui manajemen ‘Pekalen Rafting’ penggemar wisata alam terbuka yang seru dan menantang ini menjadi solusi wisata sehat di tengah pandemi covid-19.

Redaksi nawacita.co berkesempatan menjajal wana wisata air yang banyak diminati masyarakat dalam dan luar jawa Timur ini. Di sepanjang 2,5 jam menyusuri sungai berarus deras itu banyak sekali pengalaman dan pemandangan yang menakjubkan.

Untuk mencapai sungai, Kami harus turun dari bukit terjal setinggi 900 meter dengan hamparan kebun kopi milik warga sekitar.

Keseruan pun dimulai begitu sampai di lokasi start awal Rafting. Tepatnya di Jalur sungai Pekalen atas sepanjang 12 km.

Setelah sekitar 10 menit menyusuri sungai, kami disambut jeram Selamat Datang, dengan arus yang menantang, dan beberapa bebatuan terjal yang menghadang.

“Kalau yang awal tadi namanya jeram selamat datang,” kata Nadi, guide yang ikut dalam perahu kami.

Baru saja menembus jeram Selamat Datang, kami sudah harus menghadapi derasnya arus Jeram Stres dan Jeram Matador yang membuat perahu yang kami tumpangi hampir terbalik. Perut terasa seperti terkocok karena perahu terombang ambing dan jatuh kebawah. Namun tak sedikitpun mengurangi keceriaan rombongan yang terdiri dari 7 perahu karet. Diantaranya terdapat rombongan Anggota Komisi B DPRD Jatim dan Jurnalis Pokja Indrapura.

Selain arus jeram yang deras, kami juga disuguhi indahnya pemandangan tebing dengan hiasan batuan stalagtit disisi sungai.

Di bebatuan itu, hinggap ribuan kelelawar yang terlihat cukup seram.
Perahu yang kami tumpangi pun masuk ke dalam dan sempat bersandar di dinding sungai yang menyerupai mulut gua.

Ketika memandang keatas, yang terlihat hanya ribuan kelelawar dengan bergelantungan, membuat kami ingin cepat cepat keluar.

“Kalau disini namanya gua kelelawar. Banyak yang merinding karena diatas ada ribuan kelelawar,” tambah Nadi.

Setelah hampir setengah jam merasakan derasnya arus, kami pun disuguhi pemandangan eksotis air terjun Tirai Bidadari dari hulu sungai gunung Lemongan.

Pengelola Pekalen Rafting, Inam Santoso mengatakan bahwa Air Terjun Tirai Bidadari menjadi dalah satu ikon andalan di tempat wisatanya.

“Air Terjun Bidadari itu bidadari yang tidak dimiliki tempat-tempat lain. Kedua, tentu karena di sini juga sungainya permanen terjadi sepanjang tahun bisa digunakan. Mungkin di tempat lain kalau sudah musim kemarau itu sudah tidak bisa beroperasi di sini sepanjang tahun masih bisa digunakan,” katanya.

Selain arung jeram di sungai Pekalen, kata Imam, lokasi itu juga menawarkan destinasi wisata lainnya. Seperti danau Ranu dan pemandian air panas di lereng gunung Argopuro. bdo

LEAVE A REPLY