Dihantam Pandemi, Menkeu Sri Mulyani Sebut Indonesia Merugi 1,3 T

0
758
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Jakarta, Nawacita – Semenjak World Health Organization (WHO) menyatakan global pandemi COVID-19, jumlah kasus terinfeksi di dunia telah mencapai lebih dari 164 juta. Di Indonesia sendiri, jumlah terinfeksi secara kumulatif telah mencapai lebih dari 1,7 juta.

Untuk mencegah penyebaran banyak kegiatan yang akhirnya dibatasi dan berdampak terhadap perekonomian yang harus terhenti. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut perekonomian Indonesia tahun 2020 mengalami kontraksi 2,1%, jauh lebih rendah dari target semula sebelum pandemi sebesar 5,3%.

“Secara nominal perekonomian Indonesia mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp1.356 triliun,” kata Sri Mulyani, dalam Rapar Paripurna DPR RI, Kamis (20/5/2021).

Akan semakin memburuk, lanjut Sri, jika pemerintah tidak melakukan langkah penanganan (countercyclical) melalui kebijakan yang luar biasa. Sebab, APBN 2020 telah bekerja sangat keras untuk melindungi keselamatan jiwa rakyat Indonesia dan melindungi perekonomian akibat pandemi COVID-19.

“Belanja Negara meningkat 12,3% mencapai Rp2.593,5 triliun. Sementara Pendapatan Negara menurun -16,0%,” bebernya

Ia mengungkapkan Defisit APBN 2020 mencapai 6,1% PDB, tingkat tersebut belum pernah terjadi dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir.

“Defisit ini jauh meningkat dibandingkan rancangan awal APBN 2020 yang ditargetkan hanya sebesar 1,76% PDB,” ungkap Sri.

Pemerintah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan, kata Sri, terus bekerja bahu-membahu menahan dampak COVIS-19 relatif lebih moderat dibandingkan negara di kelompok G20 maupun ASEAN-5. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) disusun dengan sangat cepat, responsif, dan komprehensif.

“Realisasi program PEN sebesar Rp579,8 triliun di tahun 2020 berhasil memperkuat sistem kesehatan, memberi perlindungan sosial pada puluhan juta rumah tangga miskin dan rentan, dan membantu puluhan juta UMKM untuk mampu bertahan,” pungkasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY