Buntut Tes Wawancara Kebangsaan, Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

0
195

Jakarta, Nawacita – Sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diantaranya Novel Baswedan, melaporkan lima pimpinan ke Dewan Pengawas. Pelaporan itu dilakukan karena dinilai ada beberapa hal yang seharusnya tidak terjadi di lembaga korupsi seperti KPK.

“Setidaknya ada 3 hal yang kami laporkan Pimpinan KPK terkait hal ini,” kata perwakilan pegawai Hotman Tambunan selesai pelaporan, di Gedung Pusat Kajian Antikorupsi, Jakarta, Selasa, (18/5/2021).

Ketiga hal tersebut yang pertama yakni tentang kejujuran. Hotman mengatakan pegawai melihat Firli Bahuri dan pimpinan lain melanggar nilai kejujuran.

Sebelum menggelar Tes Wawasan Kebangsaan, pimpinan KPK menyampaikan bahwa tidak akan ada konsekuensi dari pelaksanaan tes itu terhadap status kepegawaian. Akan tetapi, kenyataannya mereka yang tidak lolos dinonaktifkan dan terancam dipecat.

Kedua, dugaan adanya pelecehan seksual dalam pelaksanaan TWK. Sejumlah pegawai perempuan di KPK dalam TWK mereka mendapatkan pertanyaan, seperti ‘pacaran ngapain saja?’, hingga pertanyaan apakah mau menjadi istri kedua.

“Yang ketiga adalah kami melaporkan pimpinan kepada dewas terkait dengan kesewenangan-wenangan,” bebernya.

Dia mengungkapkan pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menyatakan bahwa alih status menjadi aparatur sipil negara tak boleh merugikan hak para pegawai.

Namun, pada 7 Mei 2021 KPK menerbitkan Surat Keputusan yang isinya menonaktifkan pegawai yang tidak lolos TWK.

“Apa yang akan terjadi pada kepastian hukum kita kalau putusan MK yang bersifat banding tidak dilaksanakan secara konsisten,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Novel Baswedan merasa sedih atas apa yang menimpa dirinya juga pegawai KPK lainnya usai dinyatakan tidak lolos TWK. Ia menilai apa yang dilakukan pimpinan KPK saat ini untuk menyingkirkan pegawai-pegawai KPK yang berprestasi.

“Kami khawatir ini ada upaya penyingkiran yang itu dilakukan dengan sewenang-wenang dan upaya yang mungkin tidak jujur dan kemudian membuat orang-orang yang harusnya adalah pegawai-pegawai berlaku baik yang berprestasi justru malah dibuat seolah-olah tidak lulus atau tidak memenuhi syarat,” tandas Novel Baswedan.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY