Besok Larangan Mudik Diberlakukan, KAI Hanya Operasikan 7 Kereta Api Jarak Jauh

0
354

Jakarta, Nawacita – Pada masa larangan mudik Idul Fitri 1442 H yang telah ditetapkan pemerintah mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021, melalui kordinasi dan pembahasan berasama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan jumlah terbatas hanya bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik.

KAJJ  hanya bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik yang sudah mendapatkan izin dari Pemerintah operasionalnya. Sebagaimana sesuai dengan pedoman dari Peraturan Menteri dan Surat Edaran yang dikeluarkan pemerintah seperti surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021.

“Kereta yang beroperasi pada 6-17 Mei ini adalah kereta yang diputuskan di berangkatkan dalam jumlah yang sangat terbatas melalui hasil koordinasi dan perizinan bersama pemerintah terkait dalam hal ini Kemenhub,” kata Eva Chairunisa, Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, saat diwawancarai di Stasiun Senen, Rabu (5/4/2021).

Di wilayah Daop 1 Jakarta terdapat 7 KAJJ yang akan beroperasi,  diantaranya 4 KAJJ keberangkatan dari Stasiun Gambir dan 3 KAJJ keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dengan tujuan Tegal, Purwokerto, Purwosari, Solo, Surabaya, dan Malang.

“Untuk perjalanan pada masa larangan mudik, KAI digunakan jadi kalau ada kebutuhan mendesak, itu ada KA terbatas saja hanya 7 dari DAOP 1 Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eva menjelaskan bagi penumpang yang mendesak untuk berangkat pada tanggal pelarangan mudik harus membawa beberapa persyaratan yang telah di tentukan. Apabila calon penumpang tidak memenuhi persyaratan maka petugas akan membatalkan tiket perjalanan tersebut.

“Apabila di lapangan saat di periksa ternyata berkasnya tidak mendukung atau sesuai, maka penumpang yang bersangkutan tidak dapat berangkat dan petugas akan secara tegas melakukan pembatalan tiketnya,” tandas Eva.

Berikut hal yang ingin menggunakan KAJJ hanya bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik:

–  Pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik yaitu untuk bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, dan kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

– Bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN/BUMN/BUMD/prajurit TNI/anggota Polri, syaratnya adalah wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

– Bagi pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan.

-Pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala Desa/Lurah setempat.

– Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual, untuk 1 kali perjalanan (pergi-pulang), serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas.

–  Diwajibkan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY