Pemkot Surabaya Buka Opsi Karantina untuk Cegah Warga Mudik

0
348
Eri Cahyadi Walikota Surabaya

Surabaya, Nawacita – Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan pernyataan akan antisipasi kedatangan warga yang nekat mudik tahun ini. Salah satunya, yakni mewaspadai warga yang positif Covid-19 sepulang dari mudik. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga telah mensinergikan kampung tangguh, dengan harapan warga bisa memantau siapa saja yang baru saja datang dari luar kota.

“InsyaAllah sudah kita koordinasikan dengan RT/RW. Siapa pun (yang datang) untuk melaporkan. Kami mohon supaya warga Surabaya untuk tidak mudik dulu tahun ini,” ungkap Eri di Surabaya, Selasa (20/4/2021).

Kendati begitu, Eri juga masih mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik. Terlebih, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan juga akan menerbitkan surat edaran mengenai larangan mudik. Hal ini menjadi acuan petunjuk pelaksanaan teknis di lapangan terkait larangan yang dimulai pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Namun kesempatan masih terbuka untuk warga mudik di luar waktu yang telah dilarang. Misalnya, sebelum tanggal 6 Mei atau sesudah 17 Mei 2021. Selain itu, bagi masyarakat yang mudik di kawasan daerah aglomerasi (Surabaya, Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo dan Lamongan).

“Yang pasti prokesnya harus dijaga betul, terutama kondisi tubuhnya. Kami kembalikan lagi untuk menjaga bersama-sama dengan satgas covid yang ada di Surabaya,” ujarnya.

Bagi pemudik yang tiba di Surabaya juga tidak diharuskan menunjukkan surat negatif covid ke RT/RW. Namun, akan tetap ada upaya screening dari pemerintah.

“Mungkin, bisa cara lain. Kita cek aja pakai GeNose atau lainnya. Intinya, jangan sampai memberatkan,” kata Eri.

Disamping itu, juga terbuka menggunakan sistem karantina. Sistem ini akan diawasi warga sekitar. Ia mencontohkan seperti warga yang datang duluan sebelum tanggal 6 Mei, akan diserahkan pada RT/RW setempat.

“Kalau sebelum tanggal 6 Mei, dia datang duluan, kami serahkan ke RT/RW nya. Ini untuk dilakukan pemantauan dalam 14 hari,” paparnya.

Pada prinsipnya, Pemkot Surabaya mengajak warga untuk sadar menjaga masing-masing kampungnya, sehingga kampungnya bisa bebas dari penyebaran Covid-19.

“Kami utamakan kampung tangguh. Kita berikan kepercayaan kepada masyarakat,” pungkas Eri.

infsby

LEAVE A REPLY