Ingkar janji, DPRD Kota Sarankan Ahli Waris Rumah Pompa Di Semolowaru 2 Tempuh Jalur Hukum

0
316

Surabaya, Nawacita – hearing komisi A antara ahli waris lahan rumah pompa air Semolowaru  kecamatan Sukolilo versus Pemkot Surabaya soal status kepemilikan lahan rumah  pompa air Semolowaru 2 ,  tidak ada temu sama sekali sehingga menemui jalan buntu dan tidak ada kejelasan dari pemkot Surabaya, kamis (15/04/2021).

Sekretaris komisi A DPRD Kota Surabaya Budi Leksono menganjurkan Saudara Jeremias selaku kuasa hukum ahli waris rumah pompa air  sdr wakijo untuk menempuh jalur hukum, tadi sebagai” resume rapat ” karena dari pemerintah kota surabaya sendiri belum ada kejelasan.

kita minta mengenai ganti rugi 170 juta yang pada tahun 2000, hal ini sampai sekarang sebagai bahan juga untuk melakukan gugatan.” Terang Budi leksono

Selama ini saudara wakijo sendiri belum pernah menerima sama sekali bentuk ganti ruginya, ahli waris ini belum pernah meminta, Jadi keputusan hari ini bahwa kita serahkan kepada ahli waris untuk melakukan gugatan.

kita tidak tahu mengenai ganti rugi sudah ada apa belum karena kalau ternyata sudah ada catatanya dari pemkot Surabaya ada. berarti ada pihak pihak yang memanfaatkan atau ada oknum menerima atau mempermainkan  anggaran 170 juta tersebut.

Tapi dari keluarga kepingin itu yang disampaikan dulu mengenai anggaran itu pun menunggu anggaran berikutnya,” kata Budi leksono Politikus PDIP Perjuangan

Sampai menunggu kondisi seperti ini, berharap menunggu uluran tangan atau bantuan dari pemerintah kota surabaya artinya Pengertiannya dari wakijo keluarga ahli waris itu Disaat kondisi seperti ini, berikanlah bantuan,” ungkap Sekrestaris Komisi A DPRD Budi Leksono.

Terpisah kepala dinas Bina Marga dan pematusan kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, jadi rumah pompa yang ada di jalan semolowaru Utara itu diklaim mereka belum pernah mendapat ganti rugi,

Itu kan pompa udah dibangun tahun 1990 kemudian tercatat masuk dalam aset Pemerintah kota Surabaya

” Jadi kita tidak mungkin memberikan ganti rugi dan kita tidak mungkin ajukan pengukuran kembali ke BPN Surabaya, ” tutup Erna

Dny

LEAVE A REPLY