DPR RI Panggil Pertamina Terkait Insiden Kebakaran Minyak di Balongan

0
237
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno

Jakarta, Nawacita – Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) hari ini, Senin (5/4) guna memenuhi panggilan Komisi VII DPR RI untuk memaparkan terkait kebakaran kilang yang terjadi di Balongan, Indramayu.

Eddy menjelaskan dalam rapat tersebut pimpinan dan anggota komisi VII membahas terkait penyebab utama kebakaran, kondisi saat ini juga pemulihan akibat kebakaran itu.

“Dari beberapa pertanyaan yang disampaikan kita telah membahas beberapa hal penting, satu mengenai informasi terkait kondisi atau peristiwa kemudian penyebab utama peristiwa, dampak peristiwa seperti apa termasuk juga pemulihan seperti apa,” kata Eddy, saat diwawancarai di Gedung DPR RI, Senin (5/4/2021).

Selain itu, Eddy mengungkapan, komisi VII meminta agar masyarakat yang terdampak harus ditangani secara baik dan tuntas. Terutama dalam masalah konpensasi bagi masyarakat yangbterdampak.

“Kita minta supaya hal-hal yang ditanyakan ini masyarakatnya jangan sampai terlupakan, mereka itu yang terdampak kebakaran mereka yang terdampak relokasi harus ditangani secara baik. Mereka yang harus direlokasi secara permanen harus diberikan konpensasi yang memadai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Komisi VII akan berangkat ke Balongan untuk melihat kondisi secara aktual pada Kamis 08 April.

“Dari situ kita dapat mengungkap secara dalam lagi, tetapi intinya meminta supaya masalah pemulihan operasi, masalah pasokan BBM tidak terganggu untuk Jabar, DKI, Banten bisa tertangangi,” paparnya.

Dalam rapat Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan jika kebakaran tersebut terjadi pada salah satu area kilang minyak di mana area tersebut terdapat empat kilang minyak.

“Kejadian kebakaran terjadi di tangki. Ada empat tangki T301 E, F, G, H dengan kapasitas masing-masing tangki 26 ribu KL. Sehingga total 26 ribu KL dikali 4 (tangki) yang terdampak. Areanya 2 hektare,” jelas Nicke dalam Rapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/4/2021).

Secara total keseluran, Kilang Balongan memiliki area seluas 250 hektar. Yang terdiri dari 180 hektare bangunan dan sisanya ruang terbuka. Pada area tersebut terdapat total 72 tangki. Di saat kejadian, tangki G diketahui terisi oleh BBM jenis Pertalite sebanyak 26 ribu KL. Sedangkan tiga tangki lainnya dilaporkan kosong.

Nicke juga menjelaskan, dari insiden kebarakan itu, mengakibatkan 35 orang terluka.

“Sebanyak 25 orang dengan luka ringan sudah kembali ke rumah masing-masing. Untuk 10 orang lainnya masih dirawat, 6 orang di antaranya dirawat di RSPP dan 4 orang lainnya di rawat di RS Pertamina Balongan,” pungkasnya.

Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY