0
730

“Tamiang Hulu, Desa Kaloy”

“Aceh, Nawacita – Aceh Tamiang tepatnya di Kecamatan Tamiang Hulu, Desa Kaloy yang terletak di bawah kaki lereng gunung Leuser, yang merupakan mayoritas mata pencarian masyarakat yaitu sebagai petani”

Memiliki hasil bumi yang melimpah di bidang pertanian seperti karet, kelapa sawit dan buah-buahan musiman seperti Durian, rambutan, langsat dan buah-buahan lainnya. Akan tetapi mayoritas masyarakat bermata pencarian pokok sebagai  patani karet.

Menurut salah seorang petani yang bernama Rusli mengatakan “ bahwa karet merupakan mata pencarian utama bagi beliau, sehingga kehidupannya bergantung terhadap banyak sedikitnya karet yang di dapatkannya”. Menurut Rusli pada musim-musim tertentu mengalami perubahan hasil dari panen karet tersebut, terlebih  pada saat musim kemarau atau dimana  daun berguguran (atau disebut “trek” oleh warga setempat)  yaitu mulai dari Januari sampai Juni, yang mengakibatkan penurunan hasil yang sangat drastis sampai turun 70%. Getah yang dikeluarkan semakin sedikit terlebih lagi cuaca yang panas membuat getah lebih cepat berhenti di bandingkan musim hujan, sehingga rusli memutar otak bagaimana cara untuk menstabilkan pendapatannya walau dalam musim yang tidak baik, beliau berinisiatif untuk menderes dalam bahasa setempat atau bisa juga disebut menyadap karet pada waktu  jam 4 pagi  ketika matahari belum terbit sehingga getah yang dihasilkan lebih banyak karena belum terpapar panasnya sinar matahari.

Pada bulan juli sampai desember petani memasuki musim penghujan yang membuat petani kewalahan, walaupun hasil karet mulai stabil tetapi cuaca ekstrim juga tidak menguntungkan untuk para petani, dikarenakan petani tidak bisa menebak kapan hujan akan turun, terkadang selagi mereka menyadap karet tiba-tiba hujan mulai turun yang membuat petani sangat kelelahan karena harus  memberi cuka pada getah yang sudah di tampung dalam wadah yaitu  berupa  tempurung kalapa  agar getah yang sudah ditampung bisa cepat mengeras agar tidak hancur oleh air hujan. Dengan demikian petani harus selalu bersiaga ketika mendung sudah terlihat di langit.

Pemanenan (pengepulan) getah karet dilakukan dalam waktu per minggu  dengan proses pengutipan dari satu pohon ke pohon yang lainnya setelah semua getah karet terkumpul dan disatukan dalam sebuah karung goni yang berukuran 50kg, akses perkebunan masyarakat yang jauh mengakibatkan kesulitan dalam membawa hasil panen getah karet mereka ke pemukimanwarga untuk di jual ke pengepul, karena jalan yang rusak dan harus menyeberangi sungai melalui getek(dalam bahasa setempat) atau bisa juga dikatakan rakit yang dibuat dari bambu yang merupakan alat trasportasi dalam menyeberangi sungai, salah satu pemuda desa Kaloy yang bernama salam memanfaatkan keadaan ini dengan menawarkan jasa angkut untuk hasil getah karet para petani, dengan kisaran biaya yaitu bekisar Rp.20.000 sampai Rp. 30.000/1 karung goni tergantung jarak jauh dekatnya kebun para petani ke pemukiman, semakin jauh jarak yang ditempuh maka akan semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh para petani karet. Walau demikian petani karet merasa sangat terbantu dengan adanya jasa angkut tersebut di karenakan para petani karet yang mayoritasnya berusia lanjut (40-60) tahun, mereka tidak perlu khawatir lagimembawa hasil getah karetnya sendiri dengan tubuhnya yangsudah mulai rentan.

Akan tetapi semenjak maraknya penyebaran  virus covid-19, memberikan  pengaruh yang sangat besar terhadap keberlangsungan para petani karet, salah satu petani karet yaitu leman mengatakan “  harga karet semakin menurun dari sebelumnya yaitu harga karet kisaran Rp 10.000/kg sementara sekarang harus mengalami penurunan  sampai mencapai harga karet bekisar Rp.5.500/kg yang sangat merugikan para petani karet”. Para  petani karet mencari jalan keluar dengan menjual karetnya dengan waktu yang lebih lama, karena semakin lama pengutipan(pengepulan) getah karet maka harga karet yang dijual ke pengepul semakin mahal karena getah karet sudah menjadi sangat keras dan sangat bagus untuk proses  produksi yaitu dengan kisaran harga Rp.8.000/kg .

Di  desa kaloy, cara untuk mempertahankan kestabilan getah karet yang diinginkan, para petani karet memupuk pohon karet agar pohon karet tumbuh dengan subur dan memberikant hasil getah karet yang . prtani karet juga harus lebih berhati-hati saat melakukan penyadapan getah karet agar tidak mengenai batang atau sering disebut tulang pada pohon karet tersebut yang bertujuan supaya menjaga pohon karet dari kerusakan dan mencegah kecelakaan dalam proses menyadap pohon karet yang menggunakan pisau khusus yang tajam  agar tidak melukai si petani karet , pisau khusus tersebut digunakan  untuk memudahkan pekerjaan para petani karet.

Seharusnya, dengan banyaknya kekayaan alam yang ada di Aceh Tamiang tepatnya di Desa Kaloy mampu meningkatkan perekonomian para petani, serta mensejahterakan kehidupan  masyarakat. Harapan ini bisa terwujud apabila harga karet yang stabil agar mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan tercapainya pemerataan pembangunan multisektoral.

Penulis : Lili Irawati

LEAVE A REPLY