Orasi Tanpa Izin di Kantor DPP PD, Puluhan Mahasiswa Dibubarkan

0
816
kantor
Komisaris Besar Pol Hengky Haryadi, Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat

Jakarta, Nawacita – Puluhan mahasiswa yang mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Senin (15/3) malam dibubarkan Kepolisian Resort Jakarta Pusat dan Kepolisian Sektor Kecamatan Menteng.

Kepolisian menerjunkan pasukan Brigade Mobile (Brimob) untuk membubarkan mahasiswa yang rusuh. Sebab mereka melanggar protokol kesehatan serta menggelar aksi tanpa izin.

“Sesuai dengan UU 1999 terkait penyampaian di muka Umum mereka melanggar dilaksanakan di malam hari apalagi saat ini COVID-19 kalau ada permasalahan diselesaikan dengan prosedur yang berlaku. sekarang kita buatkan. Setelah mendapatkan penjelasan mereka membubarkan diri,” jelas Komisaris Besar Pol Hengky Haryadi, Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat, saat diwawancarai, Senin (15/3/2021).

Sebelumnya masa menuntut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengklarifikasi pernyataannya tentang dukungan dari kelompok mahasiswa terhadap partai tersebut.

Salah satu orator menilai, mahasiswa tidak seharusnya dilibatkan dalam kisruh partai politik.

“Kami menuntut Agus Harimurti Yudhoyono untuk melakukan klarifikasi terhadap dukungan yang diterima tadi siang,” kata salah satu orator di depan DPP Partai Demokrat, Senin (15/3/2021).

Terlihat puluhan polisi juga berjaga mengawal aksi massa dan memastikan arus lalu lintas tidak terganggu.

Massa sebelum membubarkan diri sempat bertemu dengan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Herzaky mendengar permintaan massa dan ia turut menunjukkan bahwa orang-orang yang berorasi di kantor DPP, Senin sore, adalah mahasiswa.

Tidak hanya kapolres Jakarta Pusat, beberapa petinggi kepolisian turut terlihat di depan DPP Partai Demokrat untuk meninjau langsung pengamanan.

Diantaranya Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY