Antisipasi Lonjakan Penumpang liburan Nataru 2021, Daop 8 Siapkan 64 Unit Lokomotif dan 389 Gerbong

0
168
Daop 8

Surabaya, Nawacita – Guna mendukung operasional pelayanan KA pada masa Nataru 2021, PT KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan armada sarananya yang terdiri dari 64 unit Lokomotif, 389 gerbong kereta,16 unit KRD dan 597 gerbong barang yang siap dioperasionalkan.

Armada tersebut dipusatkan pada Tiga Depo di wilayah Daop 8 Surabaya yaitu Depo Lokomotif/Gerbong/Kereta Sidotopo, Depo Lokomotif/Kereta Surabaya Pasar Turi dan Depo Kereta/ Lokomotif Malang.

PT KAI Daop 8 Surabaya dalam liburan Natal 2019 dan tahun Baru 2020 ini akan mengoperasikan 30 KA Jarak Menengah/Jauh Reguler dan 64 KA Lokal. Adapun untuk stasiun keberangkatan awal dari 30 KA Jarak menengah/Jauh Reguler tersebut dipusatkan pada 3 stasiun kelas besar yaitu :
*1. Stasiun Malang* sebanyak 6 KA jarak Menengah/Jauh pemberangkatan awal,
*2. Stasiun Pasar Turi* sebanyak 8 KA Jarak Menengah /Jauh pemberangkatan awal.
*3. Stasiun Surabaya Gubeng* sebanyak 16 KA Jarak menengah/Jauh (8 KA Pemberangkatan awal dan 8 KA yang melintas).

Sementara guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik liburan, PT KAI Daop 8 Surabaya akan mengoperasikan 2 KA Tambahan pada tanggal 3 Januari 2021, yaitu KA Gajayana Fakultatif relasi Malang – Gambir, dan KA Sembrani Fakultatif relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir.

Untuk tujuan dari 30 KA Jarak Menengah/Jauh Reguler tersebut diantaranya ke arah Jakarta 13 KA, ke arah Bandung 5 KA, Ke arah Jember/Ketapang 7 KA, masing-masing 1 KA ke arah Cirebon, Lempuyangan, Semarang, Cilacap serta Purwokerto.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka layanan pemesanan tiket Kereta Api Jarak Menengah/ Jauh untuk periode liburan Natal 2020 dan tahun Baru 2021. Masyarakat sudah dapat memesan tiket tersebut melalaui aplikasi KAI Access, Situs resmi kai.id, serta kanal penjualan online resmi lainnya.

“Pemesanan tiket sudah kami buka bagi masyarakat yang hendak bepergian pada periode liburan Natal dan Tahun baru secara online, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat,” Ujar Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Rencanakan perjalanan Anda jauh-jauh hari menyesuaikan dengan hari libur dan cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah. Masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakan angkutan kereta api, karena KAI tetap mengoperasikan KA dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan secara ketat dan disiplin pada setiap waktu sejak di stasiun dan diatas KA serta selama dalam perjalanan.

“Konsistensi KAI dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kereta api telah diakui. Hal ini dibuktikan dengan didapatkannya Safe Guard Label SIBV yang sudah mengacu pada parameter yang disusun oleh ahli dan auditor Kantor Pusat BV, international best practices, World Health Organization (WHO), regulasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujar Suprapto.

Pada masa pandemi, KAI berkomitmen menjual tiket KA Jarak Jauh dan Lokal hanya 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menciptakan physical distancing sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 14 tahun 2020 tanggal 8 Juni 2020.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pengoperasin KA di akhir tahun 2020 ini, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Suprapto melihat, masyarakat sudah mulai kembali mempercayakan moda transportasi kereta api. Hal itu terlihat dari volume pelanggan yang terus menunjukkan tren positif dalam 3 bulan terakhir ini. Bulan September 293.425 penumpang/bulan, Bulan Oktober 354.695 penumpang/bulan dan Bulan November 2020 di mencapai 399.557 penumpang/bulan.

Sejauh ini KAI masih mengacu ke SE 14 Kemenhub tanggal 8 Juni 2020 dan SE 9 Gugus Tugas Covid-19 tanggal 26 Juni 2020.

Masyarakat yang akan menggunakan KA Jarak Jauh diharuskan untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test Antibodi) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test Antibodi.

Terkait Kebijakan Swab Antigen, KAI sampai dengan saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Pemerintah

KAI sebagai operator moda transportasi kereta api selalu patuh terhadap aturan regulator dalam hal ini pemerintah. Kami turut mendukung segala upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

KAI tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan yaitu dengan menyediakan wastafel dan hand sanitizer, menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun dan kereta. Menciptakan jarak antar penumpang pada antrean, kursi ruang tunggu, serta membatasi tiket yang dijual yaitu hanya 70% dari kapasitas tempat duduk.

Petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang juga dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), memakai masker, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Selama dalam perjalanan, pelanggan diharuskan menggunakan Face Shield dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang. Petugas akan memeriksa suhu tubuh setiap 3 jam sekali dan membersihkan area yang sering disentuh oleh pelanggan dengan cairan pembersih mengandung disinfektan setiap 30 menit sekali.

Dny

LEAVE A REPLY