Para Malaikat Tidak Akan Melepas Pelukan Setelah Minum Kopi

0
171

Nawacita, Dalam ceramahnya yang diunggah di YouTube, Habib Husein Baagil menceritakan tentang seseorang yang bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Kemudian dalam mimpinya, orang itu mengajukan permintaan pada Rasulullah SAW, agar diberikan sebuah hadis yang belum pernah beliau ucapkan sama sekali kepada siapa pun.

Lalu, hadis apa yang diberikan Nabi Muhammad SAW pada orang yang memimpikan Rasulullah tersebut? Berikut hadis yang diucapkan Nabi Muhammad SAW yang akan memberikan banyak syafa’at, khususnya bagi umat Muslim.

“Ya Rasulullah jadikan aku memiliki kesempatan untuk berbicara. Aku menuntutmu Ya Rasulullah, saya minta satu hadis yang tidak pernah kau ucapkan. Saya minta amalan yang belum pernah kau ucapkan sama sekali,” ujar Habib Husein bercerita, dikutip VIVA dari YouTube Media Dakwah, Jumat 4 Desember 2020.

Kemudian, Rasulullah SAW mengabulkan permintaan orang itu dan memberikan dua hadis.

“Yang pertama kata Rasulullah, sehendaknya kita bersimpuh di hadapan para walinya Allah SWT. Dan ketika bersimpuh dalam keadaan wafat atau masih hidup, ini tidak bisa engkau jangkau walaupun engkau beribadah kepada Allah sampai terpotong-potong tubuhmu, tidak akan bisa mengungguli jika engkau berziarah ke makan para walinya Allah SWT,” tutur Habib.

Lalu, Habib Husein melanjutkan dengan mengungkapkan isi dari hadis kedua yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini berkenaan dengan kebiasaan kita meminum kopi.

“Yang kedua, jadikan senantiasa di mulutmu ini bau kopi. Yang dimaksud di sini itu setiap majelis itu biasanya ada kopinya. Jadi, setiap majelis selesai salat Isya bawa kopi, ini untuk mengamalkan hadis ini,” kata dia.

Habib menjelaskan, ketika bau kopi ada di lisan dan mulut kita, maka kita akan mendapatkan fadhilah yang luar biasa.

“Ketika bau kopi ada di lisan kita, maka para malaikat tidak akan pernah melepas pelukannya. Jadi, maknanya bukan berarti harus minum kopi terus-menerus, kalau mulut yang masih bau kopi, dia belum jauh dari majelis,” terangnya.

Menurut Habib Husein, setiap pengajian di majelis hendaknya menyediakan dan membuat kopi. Apa tujuannya?

“Bau wangi, bau kopi yang ada di tengah kita ini tetap menempel ke tubuh kita, dampak thohir masih ada di dalam tubuh kita. Jadi wiridan (zikir) ditahan dulu (di majelis). Ini kesempatan besar kita mendapat pelukan dari malaikatnya Allah,” kata Habib Husein Baagil.

viva

LEAVE A REPLY