J.K Rowling Dikira Meninggal, #RIPJKRowling Trending Terkait Transgender

0
304
J.K Rowling.
J.K Rowling.

JAKARTA, Nawacita J.K Rowling kembali menghebohkan jagat maya. Kini tagar #RIPJKRowling berhasil trending di Twitter berbagai belahan dunia. Bukan tanpa sebab, penulis seri Harry Potter ini tampaknya menyentil kaum transgender.

Melihat sentilan yang dilayangkan oleh J.K Rowling kepada kaum transgender, banyak kalangan yang tidak menyukai hal itu. Sehingga mereka menganggap jika karier J.K Rowling telah mati. Lantas bagaimana kisah lengkap J.K Rowling yang kembali menyentil kaum Transgender? Yuk intip artikel di bawah ini.

Rilis Buku Baru

Awal mula J.K Rowling disinggung menyentil kaum Transgender ialah saat ia merilis buku baru. Buku berjudul “Troubles Blood” akan resmi diterbitkan kepada publik Selasa, 15 September 2020 waktu Inggris. Novel ini merupakan buku kelima dari seri detektif Cormoran Strike. Seri kelima ini memiliki kisah secara garis besar pembunuh berantai yang berpakaian seperti wanita untuk memangsa para korbannya.

“Misteri terbaru Strike berkisar pada pria tulen yang berpakaian seperti wanita,” tulis The Telegraph dilansir dari Geelong Advertiser pada Selasa, 15 September 2020. Nantinya “Troubled Blood” akan mengikuti kisah Detektif Swasta, Cormonan Strike, yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai kepada wanita. Ternyata pelaku dari pembunuhan berantai wanita ini ialah seorang pria cisgender (pria tulen) yang gemar mengenakan pakaian wanita.

Sebelum merilis seri kelima ini, J,K Rowling secara blak-blakan menggambarkan karakter transgender sebagai pribadi yang tidak stabil dan agresif. Kritikan yang dilontarkan J.K Rowling ini dimuat pada seri novel kedua berjudul “The Slikworm”.

“Inti dari buku ini adalah penyelidikan kasus dingin: hilangnya GP Margot Bamborough pada tahun 1974, yang dianggap sebagai korban dari Dennis Creed, pembunuh berantai waria,” lanjut The Telegraph dalam review novel tersebut.

Tagar #RIPJKRowling Trending

Melihat hal ini, masyarakat hingga penggemar J.K Rowling murka dan langsung menyerang penulis paling laris di dunia ini. Tagar #RIPJKRowling sendiri merupakan kritikan masyarakat kepada karier menulis J.K Rowling yang dianggap telah hancur karena menyentil kaum Transgender. Tidak sedikit kalangan yang secara gamblang menyuarakan ketidaksukaannya kepada J.K Rowling, namun ada juga yang berusaha untuk membumbui kritikan dengan lelucon.

“Baru-baru ini terungkap bahwa daniel radcliffe, aktor dan bintang film harry potter, sebenarnya adalah penulis asli dari novel harry potter tetapi jk rowling, yang tampaknya cemburu dengan kejeniusan dan keajaiban luar biasa radcliffe, telah mencuri semua pujian. #RIPJKRowling,” kata salah satu penggemar.

#RIPJKRowling Pada saat ini @twitter tidak punya pilihan selain menyerah begitu saja,” sahut netizen selanjutnya.
@JK Rowling Selamat, kamu telah menghancurkan warisanmu setiap hari karena kamu mempromosikan transphobia. Tidak harus seperti itu, kamu tetap dapat mengubah #RIPJKRowling,” komentar warganet selanjutnya.

Sering Singgung Transgender

J.K Rowling tidak hanya sesekali menyinggung kaum Transgender. Pada Juni 2020 lalu, ia kedapatan mengeluarkan pernyataan kontroversial sehingga J.K Rowling dituduh sebagai transphobia. Penulis berusia 54 tahun ini kemudian kembali menghebohkan dunia maya usai bercuit di Twitter tentang berita yang berjudul ‘Opini: Menciptakan dunia pasca-COVID-19 yang lebih setara untuk orang-orang yang menstruasi’.

Baca Juga: Negara-negara Selain Brunei yang Berlakukan Hukuman Mati bagi LGBT

Dalam isi berita tersebut menyampaikan wanita atau pria trans juga akan mengalami menstruasi. Namun J.K Rowling merasa ganjal dengan pernyataan tersebut dan langsung berkomentar.

Orang yang sedang menstruasi. Aku yakin dulu ada kata untuk orang-orang itu. Seseorang bantu aku. Wumben? Wimpund? Woomud?” balas J.K Rowling dilansir dari Hollywood Life pada Selasa, 9 Juni 2020.

Namun hal ini dibantah oleh Devex, sebuah komunitas situs pembangunan global. Menurut Devex, banyak pria transgender yang mengalami menstruasi, dan wanita cisgender (wanita tulen) yang tidak mengalami menstruasi.

Pernyataan J.K Rowling pun mendapatkan perhatian dari Daniel Radcllife. Ia berharap komentar penulis yang telah membesarkan namanya ini tidak mencemarkan seri untuk penggemar. Daniel Radcllife bahkan meminta maaf atas nama J.K Rowling karena beberapa penggemar sakit hati melihat pernyataan isu sensitif itu.

insebnws.

LEAVE A REPLY