Fakta Vaksin Covid-19 yang Disuntik 2 Kali, Bayar atau Gratis?

0
290
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir sudah mempunyai dua skema pendistribusian vaksin Covid-19.

Pertama, pemberian vaksin Covid-19 gratis bagi peserta BPJS Kesehatan dan vaksin Covid-19 secara mandiri alias berbayar. Berdasarkan perhitungan awal pihaknya, harga vaksin akan dihargai Rp365.000 hingga Rp438.000. Meski begitu, pihak PT Bio Farma masih mengkaji ulang besaran harga tersebut.

Sementara itu, Pemerintah memastikan bantuan 30 juta dosis vaksin Covid-19 akan didatangkan pada akhir 2020. Vaksin tersebut rencananya diberikan kepada 15 juta rakyat Indonesia. Berikut fakta-fakta soal vaksin Covid-19 gratis dan berbayar seperti dirangkum wartawan, Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

1. BPJS Kesehatan Mulai Data Peserta

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan siap mendata para peserta yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 gratis.

“Kalau soal data peserta, BPJS Kesehatan sudah ada dan ready datanya. Semua data transaksi pelayanan kesehatan program JKN-KIS ada di BPJS Kesehatan,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf saat dihubungi di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: China Bakal Pasok 40 Juta Vaksin Covid-19 ke Indonesia

2. Skema Pemberian Vaksin Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut terdapat dua skema pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Bagi peserta BPJS Kesehatan, vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis, di mana, anggarannya ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sementara skema kedua yakni, vaksin Covid-19 secara mandiri, di mana kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan bisa melakukan vaksin Covid-19 secara mandiri dengan menggunakan dana pribadi.

3. Orang Kaya Bayar Vaksin Covid-19

Erick menuturkan, bagi kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan bisa melakukan vaksin secara mandiri dengan menggunakan dana pribadi. Usulan ini berangkat dari upaya pemerintah mengurangi kebutuhan APBN yang selama ini defisit anggaran terus melebar.

“Kami juga mengusulkan masyarakat bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu, untuk memenuhi kebutuhan APBN kita juga. Tapi dengan tingkat kemampuan bayar berapa, itu nanti mandiri,” ujar Erick.

4. Harga Vaksin Covid-19

Berdasarkan perhitungan awal pihaknya, harga vaksin akan dihargai Rp365.000 hingga Rp438.000. Meski begitu, pihak PT Bio Farma masih mengkaji ulang besaran harga tersebut.

“Perhitungan awal kami, vaksin ini untuk harganya USD25 atau setara Rp365.000 hingga USD30 atau Rp 438.000 per orang. Namun Bio Farma sedang menghitung ulang berapa harganya. Nantinya satu orang akan disuntik dua kali dengan jeda 2 minggu,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca Juga: Jokowi: 215 Negara Rebutan Vaksin Covid-19

5. Asal Vaksin Covid-19 di Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, 30 juta vaksin tersebut diperoleh dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal China. Dia bilang, jutaan dosis vaksin ini merupakan hasil negosiasi pemerintah Indonesia dengan kedua negara tersebut.

6. Satu Orang Disuntik Vaksin 2 Kali

Erick juga menjelaskan, pembagian vaksin yang nantinya diberikan kepada masyarakat, di mana, vaksin akan disuntik sebanyak dua kali kepada satu orang. Selain itu, vaksin diberikan dalam jeda waktu dua minggu.

7. Vaksin Covid-19 Gratis Ternyata Baru Usulan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mengkaji rencana pemberian vaksin Covid-19 secara gratis. Rencananya vaksin gratis diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu. “Itu baru usulan. Karena diharapkan ada juga yang vaksin mandiri,” ujar Staf Khusus Arya Sinulingga, di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

oknws.

LEAVE A REPLY