Dana Hibah KPU Belum Turun, Dewan Akan Panggil Pemkot Surabaya

0
87

Surabaya, Nawacita – Dana hibah untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sampai saat ini belum turun. Seharusnya dana Rp 101.244.490.000 sudah cair pada 9 Juli 2020 kemarin.

Oleh sebab itu, Komisi A DPRD Surabay berencana akan memanggil Pemkot untuk memberi keterangan terkait hal itu. Sebab sampai saat ini, KPU Kota Surabaya masih menerima Rp 41.098.033.600. Sehingga masih kurang sekitar Rp 60.146.456.400.

Pertiwi Ayu Krishna, Ketua Komisi A DPRD Surabaya mengatakan bila pencairan dana itu terlambat, justru akan membuat KPU kota Surabaya tidak bisa melaksanakan tugasnya. Apalagi di bulan September pendaftaran peserta Pilkada sudah dibuka.

“Bulan September mereka harus sudah mencetak alat kampanye pilkada. Lalu mereka (KPU) juga sudah menentukan calon bakal Wali Kota. Mereka juga harus melakukan sosialisasi sampai kelurahan. Pemkot harus secepatnya mencairkan anggarannya tersebut,” katanya pada Sabtu 8 Agustus 2020.

Ayu sapaan akrabnya mengatakan di aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tidak ada aturan penundaan pencairan anggaran dana hibah untuk Pilkada. Sehingga hal ini dikatakan sebagai kesalahan dari Pemkot.

“Di aturan Permendagri juga tidak ada aturan penundaan pencairan. Itu akan menyalahi aturan jika tidak segera dicairkan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Komisi A akan memanggil perangkat Pemkot yang mengurusi bagian ini. Sehingga dana tersebut diharapkan cepat dicairkan.

“Senin kami akan mengundang Pemkot untuk menanyakan kenapa tidak turun. Harus lalu Senin besok akan kami koordinasikan dulu dengan Pemkot,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY