Raja Salman Masuk RS Lantaran Radang Kantung Empedu

0
260
Raja Salman bin Abdul aziz al-Saud.
Raja Salman bin Abdul aziz al-Saud.

RIYADH, Nawacita – Raja Salman bin Abdul aziz al-Saud dari Arab Saudi dirawat di rumah sakit (RS) pada hari Senin (20/7/2020) untuk menjalani pemeriksaan medis. Pihak Royal Court mengkonfirmasi bahwa raja berusia 84 tahun ini menderita radang kantung empedu.

Saudi Press Agency (SPA) melaporkan raja—yang telah memerintah eksportir minyak terbesar di dunia dan sekutu dekat Amerika Serikat (AS) sejak 2015—sedang menjalani pemeriksaan medis.

“Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud—semoga Tuhan melindunginya—masuk Senin, 29 Dzulhijjah 1441 H, menandai 20 Juli 2020, ke Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Riyadh untuk menjalani beberapa tes karena peradangan di kantung empedu,” bunyi pernyataan Royal Court yang dilansir Saudi Press Agency (SPA).
Baca Juga: Raja Salman Izinkan Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

“Semoga Tuhan melindungi Penjaga Dua Masjid Suci, dan diberi kesehatan dan kesejahteraan,” lanjut pernyataan tersebut. Raja Salman, yang diberi gelar Penjaga Dua Masjid Suci, menghabiskan lebih dari 2,5 tahun tahun sebagai Pangeran Mahkota dan Wakil Perdana Menteri dari Juni 2012 sebelum menjadi akhirnya menjadi Raja. Dia juga pernah menjabat sebagai gubernur wilayah Riyadh selama lebih dari 50 tahun.
Baca Juga: Raja Salman Berlakukan Jam Malam di Arab Saudi

Penguasa de-facto Arab Saudi adalah Putra Mahkota Mohammad bin Salman, yang dikenal luas dengan inisialnya MBS. Putra Raja Salman ini telah meluncurkan reformasi untuk mengubah ekonomi kerajaan dan mengakhiri “kecanduannya” pada minyak.

Pangeran berusia 34 tahun, yang populer di kalangan pemuda Arab Saudi, telah memenangkan pujian di dalam negeri karena mengurangi pembatasan sosial di kerajaan Muslim konservatif, memberikan lebih banyak hak kepada perempuan dan berjanji untuk mendiversifikasi ekonomi.

Bagi para pendukung raja, keberanian di dalam dan di luar negeri ini merupakan perubahan yang disambut baik setelah puluhan tahun kehati-hatian, stagnasi, dan dithering. Tetapi kontrol negara atas media dan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat di kerajaan membuatnya sulit untuk mengukur tingkat antusiasme domestik.

sdnws.

LEAVE A REPLY