Sikapi Pandemi, Leppami PB HMI Adakan Lomba Tingkat Nasional

0
489

Jakarta, Nawacita – Pemerintah saat ini masih disibukkan dengan penanggulangan Pandemi Covid-19. Berbagai langkah kebijakan pun dibuat untuk terus menekan angka penyebarannya hingga ke titik terendah (zero) dan termasuk membangkitkan kembali beberapa sektor yang terdampak dari adanya Covid-19. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat merasakan dampak dari merabaknya virus yang belum ditemukan vaksinnya sampai saat ini.

“Sebagai salah satu sektor penyumbang terbesar devisa pendapatan negara, sektor pariwisata mengalami pukulan yang telak akan adanya pendemi covid-19. Maka dari itu diperlukan gagasan dan strategi yang tepat untuk bangkit dari pandemi ini”, ujar Muh Jusrianto selaku Diektur Eksekutif Bakornas LEPPAMI PB HMI.

Menyikapi hal tersebut, Bakornas LEPPAMI PB HMI sebagai lembaga profesi yang konsen dibidang Kepariwisataan, Lingkungan Hidup dan Pecinta Alam menyelenggarakan kegiatan lomba essai tingkat nasional. Kegiatan ini mengusung tema “Sustainable Tourism and Environment in New Normal Era”.

“Tema tersebut kami pilih untuk memberikan gagasan (problem solver) terkait bagaimana membangkitkan kondisi berbagai sektor khususnya pariwisata agar dapat bangkit kembali di tengah kebijakan ‘new normal’ dan tetap berlandaskan pada Sustainable Ecology”, lanjut Jusrianto.

Sementara itu, dari data yang ada (covid19.go.id) sampai tanggal 4 juli 2020, secara keseluruhan kasus covid-19 di Indonesia telah tercatat lebih dari 62.000 orang terkonfirmasi positif dan lebih dari 3.000 diantaranya meninggal dunia. Ditengah pandemi yang masih belum mereda pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menyambut era baru ‘New Normal’ dalam menjalankan berbagai aktivitas, tidak terkecuali untuk sektor pariwisata yang diharapkan segera untuk dibuka kembali.

Ditempat terpisah Setyo Nugroho selaku SC (steering Comite) kegiatan ini menyampaikan bahwa diperlukan ide dan gagasan untuk mendukung kebijakan yang telah dibuat pemerintah terkait “living in harmony with Corona” agar tidak sembarangan diterapkan.

“Apabila pemerintah telah memberikan lampu hijau untuk membuka kembali sektor pariwisata, tentunya dipelukan mitigasi dan implementasi rencana pemulihan awal dengan tetap mengedepakan protokol kesehatan. Maka dari itu melalui lomba essai ini diharapkan mampu memberikan beberapa rekomendasi yang ideal bagi pemerintah serta pelaku pariwisata lainnya”, pungkas Setyo yang juga sebagai Direktur Litbang Bakornas LEPPAMI PB HMI.

Kegiatan lomba essai ini sendiri telah dibuka pendaftarannya sejak 30 Juni 2020 dan berakhir di akhir bulan juli ini. Puncak acara akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2020 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memberikan beberapa hadiah jutaan rupiah bagi pemenang dengan berbagai kategori penilaian dari juri.

Selain itu, tulisan-tulisan yang terkumpul nantinya khususnya 20 tulisan yang masuk finalis akan dibukukan.

LEAVE A REPLY