Politisi PDI-P Surabaya Minta Pemprov Akomodir Siswa Tidak Mampu Di SMA/SMK Swasta

0
320

Surabaya, Nawacita– penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK menjadi sorotan salah satu politisi PDI-Perjuangan kota Surabaya. Sebab masih banyak hal yang harus dikoreksi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim selaku penyelenggara pendidikan tingkat SMA/SMK.

Achmad Hidayat selaku wakil sekretaris DPC PDI-Perjuangan kota Surabaya mendesak Pemprov mengakomodir warfa tidak mampu di SMA/SMK swasta yang ada di Surabaya. Ia mengungkapkan seharusnya sekolah dibawah pengawasan Pemprov Jatim seharusnya memiliki “Sense of Crisis” mengingat dimasa pandemi covid – 19 warga juga kesulitan dalam mendapatkan penghasilan.

“Saya rekomendasikan tidak hanya sekolah Negeri saja yang menyediakan jalur afirmasi, Pemprov juga harus siapkan sekolah swasta untuk buka jalur afirmasi. Itu sebagai bentuk perwujudan keadilan sosial,” tegasnya pada 28 Juni 2020.

Ia menuturkan bahwa SMA dan SMK Negeri di Surabaya hanya ada 35 sekolah saja. Sedangkan lulusan SMP Negeri maupun swasta di Surabaya ada sebanyak 35.545 siswa. Jumlah itu dianggap tidak sepadan dengan total kapasitas sekolah negeri yang ada. Sedangkan masih banyak siswa tidak mampu yang tidak diterima di SMA/SMK Negeri.

“Kalau perlu Pemprov Jatim belajar dari Kota Surabaya. Warga tidak mampu yang diterima di Mitra warga diberi seragam, Tas dan Sepatu hingga alat tulis,” tambahnya.

Achmad juga menilai PPDB SMA/SMK negeri jalur afirmasi masih banyak wali murid yang ditarik uang seragam. “Penyelenggaraan PPDB jenjang SMA / SMK Negeri saya nilai masih serampangan karena banyak jalur Afirmasi yang masih ditarik seragam. Padahal mereka warga tidak mampu,” tukasnya.

Di sisi lain M. Tasik, selaku humas SMAN 3 Surabaya menepis kabar adanya pungutan uang seragam. Ia menuturkan bahwa pembelian seragam tersebut tidak wajib di beli.

“Sebenarnya tidak wajib beli. Tapi koperasi kami menyediakan seragam tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya beredar kabar SMAN 3 menarik pungutan uang seragam untuk siswa yang mendaftar ulang melalui jalur afirmasi.

(and)

LEAVE A REPLY