Tim Peneliti Unair Temukan Obat Covid-19, Dewan Dukung Penuh

0
279

Surabaya, Nawacita– Tim peneliti Universitas Airlangga (Unair) berhasil menemukan lima kombinasi obat yang berpotensi melumpuhkan virus. Penelitian yang ditemukan bersama BIN itu mendapat dukungan penuh dari dewan.

A.H Thony, wakil ketua DPRD Surabaya berharap obat tersebut segera di produksi secara masif. “Saya sangat Apresiasi temuan Vaksin untuk Covid-19 ini dari unair dan semoga segera dapat di produksi massal, dan kami memohon agar ada support dari Pemerintah,” ucapnya pada Minggu 14 Juni 2020.

Lanjutnya, riset tang ditemujan oleh Unair tersebut merupakan titik awal pengendalian dari pandemi yang sudah berlangsung hampir setengah tahun. Padahal di negara-negara lain masih kewalahan menangani pandemi ini. “Saya pikir hari ini masyarakat harus mengapresiasi Unair setelah sebelumnya banyak yang meragukan,” katanya.

Ia juga menambahkan, berdasarkan rilis yang diungkap ketua pusat penelitian dan pengembangan Stem Cell Unair Dr dr Purwati spPD K-PTI FINASIM obat tersebut terdiri dari lopinavir/ritonavir dengan dexycyline, lopinavir/ritonavir dengan doxycline, lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, hydroxychloroquine dengan azithromycine, hydroxychloroquine dengan azithromicyne, hydroxychloroquine dengan doxycycline yang kesemuanya dalam rilisnya tidak diperjualkan secara bebas.

Selain itu, kombinasi regimen obat tersebut memiliki potensi efektifitas cukup bagus terhadap daya bunuh virus. Dosis dalam kombinasi obat tersebut diantaranya 1/5 dan 1/3 lebuh kecil dibandingkan dosis tunggalnya, sehingga mengurangi efek toksik dari obat tersebut jika diberikan sebagai obat tunggal.

Selain itu, Ia akan mendukung penuh atas penemuan Unair ini. Agar pandemi di Indonesia cepat berlalu.

“Ini adalah prestasi akademik didunia farmasi, Surabaya hari ini adalah ranking pertama tingkat penyebaran virus dan Alhamdulillah Surabaya juga menjadi ranking pertama dalam menemukan penawarnya, saya rasa ini layak untuk diberikan Nobel,” tandasnya.

(and)

LEAVE A REPLY