Mengalami Kesulitan, Pelajar Mengeluh Terkait Belajar Secara Daring

0
568

Aceh Utara, Nawacita – terkait perintah dari Bapak Presiden RI Jokowi Dodo, sejak status darurat COVID-19 semua rakyat Indonesia diwajibkan untuk beribadah dari rumah, belajar dari rumah, dan bekerja dari rumah. Kemendikbud menindak lanjuti nya dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020, tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan.
Koordinator satgas covid19 BPII Aceh Utara, Muhammad Fajir menyampaikan,
Data yang kami dapat dari Komandan Satgas COVID-19 Brigade PII Pusat, terdapat kurang lebih 85% siswa yang terdampak selama pandemi ini. Mereka mengeluhkan kekurangan fasilitas, seperti kouta internet maupun smartphone.
Bukan hanya siswa, orang tua mereka juga mengeluh, karena pembelajaran yang tidak efektif. Seperti tidak paham materi, kendala jaringan maupun kuota internet.
Lanjut fajir Pemerintah dianggap belum menyiapakan fasilitas yang memadai untuk menunjang metode pembelajaran seperti yang selama ini berjalan.
Perlu kita ketahui mayoritas masyarakat Aceh Utara bekerja di bidang pertanian (dikutip dari Wikipedia.org) dan tentu saja pendapatan mereka tidak mencukupi untuk membeli kouta internet untuk anak-anak. Banyak dari siswa di Aceh Utara berasal dari kalangan keluarga buruh tani, sehingga terkendala dalam memperoleh kuota internet.
Kita berharap Pemerintah seharusnya lebih fokus memperhatikan lagi kondisi pendidikan sampai ke daerah seperti menyediakan fasilitas yang memang bisa menunjang proses belajar mengajar.
Siswa salah satu siswa SMA di jambo aye, siti juga mengaku, Kami ingin belajar dengan lancar, tapi di satu sisi kami tidak ingin merepotkan orang tua kami untuk menyediakan kouta internet, karena kondisi ekonomi keluarga sedang tidak baik.
Kami berharap serta mohon kepada pemerintah dapat memikirkan solusi untuk kemudahan proses belajar mengajar, tutup siti.

LEAVE A REPLY