Penutupan Pasar Kapasan Tidak Libatkan Kepala Cabang Timur PDPS

0
95

Surabaya, Nawacita – Pada pengambilan keputusan penutupan Pasar Kapasan Kepala Cabang Timur PD Pasar Surya (PDPS) merasa tidak dilibatkan.

Sokhah Sampurni Hayati Kepala Cabang Timur PDPS mengatakan tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan penutupan Pasar Kapasan. Namun, Ia hanya menerima informasi penutupan dari pesan media sosial.

“Saya tidak pernah diajak untuk berkoordinasi. Jadi, saya menerima surat tembusan dari direksi itu melalui WA sekitar pada pukul 17.30,” katanya saat ditanyai media di Pasar Kapasan pada Sabtu (4/4).

Sedangkan dirinya mengaku baru bisa membuka pesan media sosial elektronik itu saat sudah sampai di rumah. Ia beralasan bahwa dirinya saat itu masih dalam perjalanan.

“Jadi saat penutupan ataupun hasil yang disampaikan ketika swab pertama yang katanya sudah keluar tadi, saya sendiri tidak tahu,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Sokhah justru baru mengetahui keputusan itu melalui konfirmasi dari Kepala Pasar Kapasan pada Sabtu (4/4) pagi ini.

“Saya baru dapat konfirmasi langsung dari Kepala Pasar Kapasan baru tadi pagi. Terkait hasil swab yang pertama tadi,” terangnya.

Walaupun demikian Sokhah menuturkan pembahasan penutupan Pasar Kapasan. Hanya sebatas melibatkan level Direksi tanpa harus melibatkan dirinya. Sebagai Kepala Cabang Timur PDPS.

“Kemungkinan pembahasannya hanya level Direksi. Tapi saya selaku Kepala Cabang Timur yang membawahi Pasar Kapasan tidak dilibatkan dalam rangka penutupan Pasar Kapasan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pertemuan PDPS dan pedagang pada Jum’at (3/4) malam tadi, pasar masih buka setengah hari. Tetapi hanya untuk mengemasi barang-barangnya saja sampai siang hari ini (4/4).

“Kalau menurut perintah Plt.Dirut PDPS masih ada waktu sampai jam 2 atau jam 3 untuk pedagang berkemas,” terangnya.

Sementara itu, John Thamrun meminta kepada PDPS untuk menunda penutupan Pasar Kapasan. Sampai pengelola Pasar Kapasan yang diduga terpapar Covid-19 benar-benar dinyatakan positif.

“Swab kedua belum keluar hasilnya. Paling tidak keputusan penutupan pasar ditunda sementara waktu. Sampai hasil lab tersebut keluar. Lalu Sementara waktu para pedagang bisa melakukan kegiatan berdagang. Sambil menunggu diskusi yang dilakukan direktur Plt. PDPS,” terangnya.

Walaupun demikian, apabila terjadi hal yang terburuk yaitu terduga pengelola PDPS tersebut positif Covid-19, maka pedagang harus menuruti aturan yang berlaku. Serta meminta Pemkot untuk melakukan Rapid Test masal untuk pedagang Pasar Kapasan. Dengan syarat terduga pengelola PDPS yang terpapar Covid-19 sudah benar-benar dinyatakan positif.

“Saya pesan kepada pedagang, jangan anrakis. Tetap patuhi aparat pengak hukum ya,” pungkas John.

(and)

LEAVE A REPLY