Kejaksaan Siapkan Wacana Sidang Online

0
323
Kejaksaan Siapkan Wacana Sidang Online.
Kejaksaan Siapkan Wacana Sidang Online.

MAKASSAR, Nawacita – Mengantisipasi bertambahnya pasien terinfeksi corona, pihak kejaksaan menyiapkan rencana sidang dengan cara daring atau online. Kepala Cabang (Kacab) Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar, Ardiansyah Akbar mengaku telah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Makassar serta Kepala Rutan dan Lapas untuk memastikan sidang tetap dilangsungkan dengan cara memanfaatkan teknologi atau sidang online.

Ardiansyah mengakui, sidang secara online dengan memanfaatkan aplikasi dapat dilakukan sementara waktu di tengah mewabahnya covid-19. Dengan melakukan teleconference kata dia, pihak Rutan atau Lapas tak perlu lagi khawatir dengan kondisi tahanannya.

“Jadi pihak rutan hanya perlu menghadapkan masing masing tahanannya (terdakwa) yang akan bersidang didepan camera untuk bersidang. Sementara kami dari Kejaksaan juga akan menyiapkan apa yang perlu kami siapkan, misalnya dalam hal ini saksi,” ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Bubarkan Dua Pesta Pernikahan di Merangin Jambi

Kendati demikian dia berharap hakim dapat menyetujui sidang secara online itu. “Sebab di tengah kondisi saat ini semua pihak tak terkecuali para penegak hukum harus membatasi interaksi langsung. Kita sangat berharap sidang online dapat dilakukan sementara waktu sampai status tanggap darurat berakhir,” kemarin.

Lebih jauh menurutnya di tengah situasi saat ini semua pihak tak terkecuali jaksa memang telah dihimbau untuk membatasi Interaksi langsung dan menghindari berkumpul disatu ruangan dalam jumlah diatas lima orang. Sehingga sudah sepatutnya sidang digelar online.
Baca Juga: Ditjen Pajak Serahkan Dua Tersangka Pidana ke Kejaksaan

Diketahui saat ini Pengadilan Negeri Makassar memang telah menerapkan kebijakan untuk menunda sejumlah sidang. Humas Pengadilan Negeri Makassar, Bambang Nurcahyono mengaku pihaknya membatasi sidang sesuai instruksi Pemerintah.

Kendati demikian hingga saat ini kata dia, sidang online hanya diterapkan untuk perkara perdata, sementara untuk perkara pidana sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan instruksi apakah dapat dilakukan atau tidak. “Kalau perdata kita sudah kenal ada e-litigasi, itu bisa online, tapi kalau pidana sampai saat ini belum ada instruksi pimpinan,” ungkapnya. Bambang selanjutnya mengaku pihaknya telah menerima surat edaran dari Mahkamah Agung dan pemerintah setempat agar sebisa mungkin mengurangi interaksi di pengadilan.

Dalam surat edaran Mahkamah Agung, Hakim yang kondisi kesehatannya kurang baik memang diminta untuk dirumahkan. Hanya saja kata Bambang di Pengadilan Negeri Makassar tidak ada hakim yang diliburkan dan hingga saat ini semua Hakim tetap berkantor.

“Tidak ada yang diliburkan, kantor tetap berjalan normal. Hanya memang ada beberapa penundaan sidang untuk melakukan protokol cegah virus covid-19 sesuai arahan Pimpinan dan seminim mungkin untuk menghindari banyak orang, jadi kami tetap standby di kantor,” ungkapnya.

Dia tidak memungkiri pengadilan memang tiap harinya padat pengunjung, utamanya pada sidang sidang tindak pidana. Olehnya ada beberapa sidang yang ditunda.

Lebih jauh menurutnya sesuai protokol, pencegahan virus covid 19 ini, pada pintu masuk Pengadilan Negeri Makassar telah dilakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung dengan alat pengukur suhu kepada setiap pengunjung sidang serta menempatkan sejumlah handsanitizer.

Terpisah petugas yang melakukan pemeriksaan suhu badan, Misbah mengatakan sesuai instruksi dari pimpinan Pengadilan Negeri Makassar, pengunjung dengan suhu badan dibawah 37 derajat celcius saja yang dibolehkan masuk ke Pengadilan Negeri Makassar. “Kalau diatas 37 derajat celcius kita merekomendasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Misbah menuturkan saat ini terhitung sejak Rabu 18 Maret pengunjung sidang memang mulai berkurang, berbeda dari hari-hari sebelumnya dimana pengunjung sidang memang banyak.

sdnws.

LEAVE A REPLY