Ibu Kota Negara Bakal Buka Wawasan Baru Bagi Warga Dayak

0
124
Pelantikan Dewan Adat Dayak Kaltim.
Pelantikan Dewan Adat Dayak Kaltim.

SAMARINDA, Nawacita – Warga Dayak sangat bangga dengan penunjukan Ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka pun berharap bisa mendapatkan dampak dari keberadaan IKN (Ibu Kota Negara) itu nantinya.

Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur Zainal Arifin menyebut warga Dayak sangat bersyukur dengan ditunjuknya Kaltim sebagai ibu kota negara. Keberadaan ibu kota negara akan membuka wawasan baru bagi warga Dayak.

“Ibu kota negara ini nanti akan membuka wawasan baru bagi warga Dayak yang selama ini agak tertinggal. Kita harap dengan adanya ibu kota pemerintahan ini membuat warga Dayak bangkit,” kata Zainal, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Juara I Sayembara Desain Ibukota Baru Diraih Alumnus ITB

Dia pun meminta pemerintah tetap memperhatikan tanah adat dan tanah milik warga yang tergusur akibat pengembangan ibu kota baru. Zainal menyebut, sejumlah warga Dayak belum memiliki legalitas atas kepemilikan tanah yang selama turun temurun mereka tempati.

Baca Juga: Jokowi Terima Gelar Adat Dayak Lundayeh

“Ini juga yang kita harapkan dari pemerintah pusat. Pengakuan atas tanah adat serta legalitas terhadap kepemilikan tanah bagi warga Dayak,” sebutnya. Zainal Arifin sendiri baru dilantik sebagai Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur pada Sabtu (1/2/2020) kemarin. Dewan Adat Dayak ini adalah organisasi yang mengayomi seluruh Suku Dayak yang ada di Kalimantan Timur.

Suku Dayak adalah salah satu suku asli di Pulau Kalimantan yang memiliki banyak sub suku seperti Dayak Kenyah, Dayak Bahau, Dayak Lundayeh, dan lain-lain. “Dengan adanya Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur ini kita kau buat barisan bersatu, mempererat silaturahmi baik dengan warga Dayak itu sendiri, maupun dengan warga lainnya,” kata Zainal.

Dalam program kerjanya, selain program kerja pada umumnya seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan, ada juga program kerja soal penanganan terorisme dan radikalisme. Sejumlah pendeta, pastor dan ustaz dari suku Dayak terlibat di dalamnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY