Menghadapi Era Persaingan, Mahasiswa Dituntut Kembangkan Terobosan Bisnis

0
296
Mahasiswa Prasetia Mulya BSD.
Mahasiswa Prasetia Mulya BSD.

TANGERANG, Nawacita – Tak sedikit produk-produk ternama di tanah air bahkan dunia sekalipun tak berdaya menghadapi persaingan bisnis. Kebanyakan mereka akhirnya kolaps, lalu gulung tikar akibat tergerus oleh peluang bisnis yang dimanfaatkan para kompetitor.

Menghadapi era persaingan itu, perusahaan sangat membutuhkan sumber daya yang mampu membuat terobosan baru dalam bidang pemasaran produk. Namun mendaur ulang ide-ide itu bukanlah hal mudah, dibutuhkan kejelian untuk menempatkan peluang, tantangan, yang ada.

Melatih pengembangan ide-ide pemasaran itu, mahasiswa-mahasiswi Universitas Prasetia Mulya BSD, Tangerang, mengikuti pameran Marketing Management Exhibition yang digelar di auditorium Kampus.

Baca Juga: Bagi Penggemar Games Berikut Daftar Kampus dan Jurusan Kuliahnya

Di sana, berbagai kelompok mahasiswa memajang booth-booth berisi produk-produk yang mereka kembangkan pemasarannya. Dari produk terkenal, terlaris, bahkan ada pula produk yang baru saja berkembang di Indonesia.

Wakil Dekan Bidang III Universitas Prasetiya Mulya Rudy Handoko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wadah bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah didapatkan saat kuliah.

“Bagaimana mereka bisa melakukan presentasi dari produknya, kemudian bagaimana konsepnya benar apa nggak, kalau benar apa bisa diimplementasikan. Kalau bisa diimplementasikan, apakah komunikasinya sudah benar atau tidak. Dan apakah sumber-sumber yang dibuat itu juga sesuai konsep atau tidak, dan tentu teori itu dapat diintegrasikan dengan pengaplikasiannya,” terang Rudy, Kamis (11/7/2019).

Menurut Rudy, strategi pemasaran tak selalu hanya membahas soal bisnis, namun juga untuk mencari penyelesaian masalah para konsumennya. Karena memasarkan sesuatu bukanlah untuk menjual sebanyak-banyaknya, melainkan memberi jawaban tepat bagi apa yang dibutuhkan konsumen.

“Ide-ide pemasaran ini untuk menciptakan terobosan bisnis. Kriterianya adalah mahasiswa bisa menemukan produk yang sudah ada dan mereka mengusulkan inovasinya. Kemudian produk yang belum ada, bagaimana dia bisa berkembang dan bisa dikenal masyarakat,” terangnya.

Baca Juga: Masuk 500 Universitas Terbaik Dunia 3 Kampus Indonesia Membanggakan

Rudy berharap ide yang dimiliki mahasiswanya di dunia bisnis itu dapat berkolaborasi dengan dunia bisnis di Indonesia. “Anak-anak sekarang kan idenya luar biasa ya, jadi mereka bisa melihat sesuatu yang tidak dilihat dunia bisnis,” ucapnya lagi.

Sementara, salah satu kelompok mahasiswa yang mengikuti pameran itu, membeberkan strategi pemasaran bagi produk makanan ternama Chitato. Alexander Ronald Deniro dan kawan-kawannya, memberikan terobosan pemasaran baru agar produk Chitato terus memikat para konsumen.

“Kami ambil produk ini karena ini sebagai tantangan bagi kami. Melihat market share yang ada saat ini. Kemudian kami mencari inovasi untuk meningkatkan market share yang sudah ada,” jelas Ronald.

“Di antaranya cara makan Chitato, seperti menggunakan keju, atau lainnya. Kemudian menciptakan konsep ’10 rasa misteri’, rasanya diperluas, ada kari, sapi, soto betawi, macam-macam. Serta cara membuatnya dengan dipanggang sehingga kalorinya lebih rendah,” imbuhnya lagi.

oknws.

LEAVE A REPLY