Mengandalkan Optimisme Siswa Profesional, Gubernur Khofifah Berbagi Referensi Keberhasilan era 4.0

0
291

Surabaya, Nawacita – Guru, pelatih, dan tutor profesional harus terus memperkuat optimisme siswa SMK. Cara untuk berbagi kisah sukses atau nama yang dapat merujuk pada kesuksesan di masa depan. Terutama di era industri 4.0, di mana keberadaan teknologi telah mengubah industri.

“Bagaimana guru, tutor, dan pelatih memberikan presentasi kepada siswa yang relevan yang berkembang di era digital dan meluncurkan industri 4.0?” Uber menjadi perusahaan bebas taksi terbesar, Facebook adalah platform multimedia paling populer, tetapi tidak membuat konten. Ada Instagram lain, penyedia foto paling populer, tetapi tidak menjual kamera. “Bahkan orang berlomba untuk mengunggah foto ke Instagram,” kata gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada seminar tentang pelanggaran kerja sama di sekolah-sekolah kejuruan dengan World Industrial Business (DUDI) ) di Dyandra Convention Hall Surabaya, Senin (29/4).

Menurutnya, memberikan contoh keberhasilan dapat memberikan dorongan dan pandangan masa depan kepada siswa Sekolah Kejuruan. Harapannya adalah mereka dapat mengikuti jejak kesuksesan era digital 4.0 dan memiliki ide-ide inovatif untuk inovasi dan kreativitas.

“Mereka memiliki kesempatan untuk membuka dunia dengan kemampuan yang mereka miliki, memberi mereka dorongan, penampilan masa depan,” kata orang nomor satu di Jawa Timur.

Pada seminar ini, Gubernur Khofifah juga menyampaikan keterampilan yang dibutuhkan oleh sektor ini di masa depan dan di era 4.0. Misalnya, keterampilan pemecahan masalah diperlukan untuk menyelesaikan masalah internal. Selanjutnya, keterampilan sosial, kemampuan untuk berkoordinasi, bernegosiasi, membujuk, memantau, sensitivitas dalam memberikan bantuan kepada kecerdasan emosional.

“Ini sebenarnya yang kita sebut tautan dan korespondensi.” Sebelumnya, saya mengkomunikasikan kebutuhan keterampilan, industri masa depan, keterampilan sosial, keterampilan memecahkan masalah, kemampuan untuk menyelesaikan masalah internal, “katanya.

Menurutnya, untuk keterampilan sosial, partisipasi Jawa Timur sangat luar biasa. Demikian pula interaksi sosial juga dianggap baik. Ini harus menjadi bagian dari modal sosial.

“Saat ini kami memiliki modal sosial yang luar biasa di Jawa Timur, dan modal sosial dari Jawa Timur ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur karena ada keterampilan sosial yang menjadi persyaratan keterampilan yang harus dipenuhi. di era industri 4.0 “, jelasnya.

Mengenai sinergi antara SMK dan DUDI, mereka harus terhubung dengan kurikulum yang masih membutuhkan proses diskusi bersama. “Apakah ada program yang perlu disesuaikan?” Berapa lama saya harus melakukan magang? Saya sarankan kepada kepala dewan pendidikan untuk memasukkan setidaknya satu tahun cuti, yang berarti sekitar 10 bulan magang ” tambahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa semua dapat dilatih dan disimulasikan dengan modul yang mereka miliki. Kemudian, pemerintah provinsi Jawa Timur juga meminta ITS, Unair dan Universitas Brawijaya, yang memiliki fakultas pelatihan profesional. Harapan, di masa depan, dapat terhubung dengan baik antara sekolah kejuruan dan dunia industri.

“Kami berkomunikasi dengan lembaga pendidikan tinggi dengan aliran kejuruan untuk mempromosikan kemajuan sekolah kejuruan di Jawa Timur, sehingga beberapa keterampilan dasar yang diperoleh oleh siswa di sekolah kejuruan diperkuat”, dia menyimpulkan.

Selain itu, guru yang telah memimpin kelompok belajar juga memiliki pengalaman yang dapat diperkaya. Karena itu proses tersebut dapat diperkuat oleh universitas dengan fakultas pelatihan kejuruan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Saiful Rachman, MM, Mr.Pd mengatakan bahwa seminar tersebut merupakan bentuk revitalisasi sekolah kejuruan di Jawa Timur. Artinya, mengantisipasi stigma bahwa SMK adalah faktor utama pengangguran.

Dny

LEAVE A REPLY