Diterpa Fitnah, Suara Prabowo-Sandi Diyakini Kian Bertambah

0
262
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

JAKARTA, Nawacita – Politikus Partai Gerindra, Tb Ardi Januar mengatakan bahwa Tagar #2019GantiPresiden tak lama lagi akan menjadi kenyataan. Dia melanjutkan, posisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat ini di ambang kemenangan.

Dia melanjutkan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke kompak menyuarakan perubahan. Namun, upaya Prabowo-Sandi untuk mewujudkan kemenangan mendapat banyak sekali rintangan.

Dikatakannya, serangan dan fitnah kian hari semakin masif dilakukan. “Hmmm, ada pihak yang dihantui kepanikan dan kekalahan. Lawan Prabowo selalu merasa paling Pancasila dan kerap menolak politisasi agama,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/4/2019).

Akan tetapi, kata dia, serangan rival Prabowo-Sandi selalu tentang politik identitas. “Hari ini mereka menakuti publik dengan isu khilafah, besok mereka sendiri yang membuat framing Islam Prabowo diragukan,” imbuhnya.

Belum lagi, lanjut dia, soal isu gosong yang terus digoreng kembali seperti kasus 98. “Saat mereka dituntut rakyat untuk mengusut dan mengungkap lebih dalam, mereka hanya bisa diam. Mereka sadar banyak aktor yang saat ini berada di dalam kekuasaan,” tuturnya.

Menurut Ardi sungguh kejam isu HAM yang seharusnya dituntaskan malah dijadikan mainan demi politik dan kekuasaan. Serangan fitnah tidak hanya menerjang Prabowo, tetapi juga menerpa orang-orang di sekitar Prabowo.

“Banyak akun sosmed diretas. Ustadz Haikal Hassan, Ferdinan Hutahaean, dan Arif Poyuono menjadi korban. Politik adu domba mereka lakukan. Sayang, publik tidak sebodoh yang mereka bayangkan,” paparnya.

Sementara di kubu rival Prabowo-Sandi, kata dia, praktik-praktik tidak elegan terus diperlihatkan. Penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran secara kasat mata disaksikan.

“Menteri, kepala daerah, aparat dan birokrat terus dikerahkan. Bila kepala desa dukung 02 dipenjara, tapi bila mereka dukung 01 selalu dibiarkan,” tutur Ardi.

Kemudian, ada menteri yang secara telanjang memberi amplop dan menebar bantuan dan ada anggota DPR yang tertangkap KPK menyiapkan ratusan ribu amplop sogokan. “Harga diri manusia mereka ukur dengan nominal materi. Celakanya uang tersebut bukan dari kantong sendiri,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut dia, Tuhan tidak tidur, semua upaya lawan untuk mendegradasi Prabowo-Sandi dijawab kontan dengan dukungan kongkrit di lapangan. “Tanpa duit sogokan mereka penuhi lokasi dimana pun Prabowo-Sandi berada. Bahkan, tak sungkan-sungkan mereka menyisihkan pendapatan sebagai bentuk dukungan perjuangan,” imbuhnya.

Bahkan, banyak juga yang mencetak kaos dan spanduk sendiri dengan desain ala kadarnya. “Jangan lihat nominalnya, tapi lihatlah ini sebagai bentuk cinta penuh ketulusan,” katanya.

Dia menuturkan kampanye Prabowo-Sandi selalu pecah dan viral di sosial media karena lautan manusia. “Begitu juga kampanye Jokowi-Ma’ruf yang selalu menjadi buah bibir di dunia maya. Tapi bukan karena pecahnya jumlah massa, melainkan karena pengisi acara yang terjatuh atau tenda panggung yang rubuh,” tuturnya.

Ditambahkan Ardi, semakin difitnah suara Prabowo-Sandi kian bertambah. Semakin ditekan masyarakat kian melawan. “Inilah cerita pertarungan di ujung jalan. Politik kekuasaan tak berdaya melawan gerakan kerakyatan. Yakinlah, makin keras serangan, makin indah pula kemenangan,” pungkasnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY