BPIP Gelar Sosialisasi Bertema Menggali Mutiara Pancasila dan Semangat Gorong Royong

0
505

Kalbar, nawacita – Perkembangan tekhnologi yang semakin menjauhkan kehidupan manusia dari norma – norma sosial, semakin menjauh kehidupan Rakyat Indonesia dari nilai – nilai dasar Negara tercinta ini dibangun, nilai – nilai yang terkandung dalam batang tubuh Pancasila.

Sejalan dengan hal tersebut, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bersama Anggota Komisi II DPR-RI, Firmansyah Mardanoes, menggelar Sosialisasi Pancasila, yang bertema Menggali mutiara Pancasila dan semangat gorong royong Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu, 31 Maret 2019, di Hotel Aston City.

Dipandu oleh Ainul Yaqin, Sosialisasi yang dihadiri lebih dari 200 peserta yang berasal dari : Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda, Organisasi Kemasyarakatan dan komunitas se-Ketapang, Kalimantan Barat. Anggota Komisi II DPR-RI, Ir. Firmansyah Mardanoes, MM, secara umum menjelaskan nilai – nilai mutiara Pancasila pada kearifan lokal masyarakat Ketapang, sementara Iman Hasiholan Sirait, Staff Khusus Dewan Pengarah BPIP RI, yang dibantu oleh Dhimas Rahmaputra dan M. Saddam Solihin Sapta Dwi Cahyo, staff Kedeputian Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP RI, memaparkan tentang nilai-nilai mutiara Pancasila dan semangat gotong royong.

Dalam pemaparannya “Ir. Firmansyah Mardanoes, MM, mengungkapkan “Sebagai masyarakat bangsa Indonesia, maka kebiasaan adat ketimuran sikap persaudaraan dan kekeluargaan harus dirawat dan dilestarikan dengan menjaga etika, sopan santun, budaya, adat istiadat. Kebiasaan adat ketimuran ini merupakan akar nilai dari ideologi Pancasila yang digali oleh pendiri bangsa Indonesia dan menjadi penunjuk arah dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Idelogi Pancasila yang menjadi dasar, arah, pandangan hidup yang harus kita pegang, jaga, rawat, serta kita pertahankan. Pancasila inilah yang akan menjadi satu-satunya idelogi yang akan diwariskan pada generasi berikutnya” ujar Anggota Komisi II DPR-RI ini.

“Kita jangan menggeser sendiri kebudayaan kita, sejauh-jauhnya kita mengikuti perkembangan teknologi dan budaya bangsa lain, namun tetap saja kita harus utamakan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang mengedepankan adat ketimuran yang tercermin dari korelasi antara sila pertama sampai sila kelima.” lanjut Ir. Firmansyah Mardanoes, MM

Sementara itu, Iman Hasiholan Sirait mengungkapkan “Pancasila merupakan konsensus bersama, visi para pendiri bangsa dalam upaya menghadirkan kemaslahatan dan kebahagiaan bersama bagi suatu masyarakat yang majemuk. Pancasila merupakan titik tumpu titik temu dan titik tuju dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, saat ini Terdapat 5 isu strategis yang diemban oleh BPIP RI yaitu: 1) Menguatkan kembali pemahaman Pancasila, 2) Menciptakan program-program inklusi sosial, 3) Mewujudkan pendekatan keadilan sosial, 4) Pelembagaan Pancasila, dan 5) Penyuburan nilai keteladanan”.

Diakhir acara Sosialisasi, Ir. Firmansyah Mardanoes menyatakan “Kurikulum pendidikan Pancasila akan terus kita dorong dan upayakan dalam beberapa tahun kedepan untuk masuk lagi sebagai bahan ajar, dan sudah kami bicarakan pada tingkat kementerian. Masyarakat mulai melupakan budaya dan adat istiadat daerah asalnya yang mengutamakan etika dan sopan santun. Kearifan lokal dan adat istiadat sebagai identitas / Jati diri yang harus kita rawat dan jaga agar pengaruh budaya asing tidak merusak moral anak-anak bangsa ini”.

“Mari setiap orang tua untuk ikut berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anaknya sesuai budaya ketimuran bangsa Indonesia. Pancasila sebagai rumah kita, lahir di tanah air kita, digali dari dalam ibu pertiwi, sangat luhur dan penuh proses yang panjang, sehingga perlu kita refleksikan dengan penuh penghayatan sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jaga Persatuan, sebentar lagi kita akan melaksanakan Pemilu, Jangan karena beda pilihan Presiden kita jadi terpecah belah, tetaplah jaga Persatuan dan tetap budayakan adat ketimuran dan sadari keberagaman sebagai sesuatu yang indah karena rasa persaudaraan kita sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia.” Ajak Anggota Komisi II, DPR RI ini.

( Dny )

LEAVE A REPLY