Kurang Ruang Kelas, Siswa Belajar di Musala dan Ruang Guru

0
266
Kepala Sekolah SMPN 13 Yefman Barat, Iskandar Usman
Kepala Sekolah SMPN 13 Yefman Barat, Iskandar Usman

Papua Nawacita – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Raja Ampat di wilayah Yefman Barat, di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, dalam kondisi memprihatinkan.

Para siswa terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di musala dan ruang guru (atau masyarakat Raja Ampat kadang menyebutnya “rumah guru”), lantaran ruang kelas yang terbatas dan beberapa ruang lainnya rusak berat, penyebab lainnya faktor usia bangunan dan terbatasnya biaya perawatan.

“Kita hanya miliki tiga ruang kelas terpaksa saat mata pelajaran agama dibagi yang bergama nasrani belajar di ‘rumah guru’ (ruang guru) dan muslim belajar di musala, ” tutur Kepala Sekolah SMPN 13 Yefman Barat, Iskandar Usman, di ruangannya, Rabu pagi (27/3).

Ia juga mengaku setiap tahun pihaknya sudah berupaya mengusulkan perbaikan sekolah ke Kemendikbud maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat, tetapi belum juga ada perhatian. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat baru menyumbang perbaikan untuk satu kopel ruangan, yang terdiri dari dua ruang guru yang saat ini sudah ditempati sebagai ruang belajar siswa.

“Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diperuntukkan tiap triwulan kurang lebih Rp 15 juta, itu digunakan untuk operasional sekolah, belanja alat tulis kantor (ATK), dan membayar gaji honorer,” terang Iskandar.

Iskandar berharap, Pemkab Raja Ampat, melalui dinas pendidikan dan kebudayaannya, dapat mengusulkan ke Kemendikbud agar membantu perbaikan terhadap ruang guru, ruang tata usaha (TU), ruang laboratorium (LAB), dan juga membangun ruang perpustakaan di SMPN 13 Yefman Barat.

kmrn

LEAVE A REPLY