Catatan Sejarah 26 Maret: Putin Jadi Presiden Rusia Hingga Soeharto Gantikan Soekarno

0
770
Tanggal 26 Maret Soeharto Naik Jadi Presiden.
Tanggal 26 Maret Soeharto Naik Jadi Presiden.

Nawacita – BERAGAM peristiwa pernah terjadi di belahan dunia pada tanggal 26 Maret. Sejumlah momen yang terjadi pada 26 Maret, tersebut bahkan tercatat sebagai peristiwa tak terlupakan dan mendunia.

Berikut rangkuman beberapa momen menarik yang terjadi tepat pada 26 Maret. Beberapa momen tersebut bisa menjadi sejarah ataupun juga kenangan pahit bagi sebagian orang. Berikut ulasannya:

 

1968 – Soeharto Gantikan Soekarno Menjadi Presiden

Surat Perintah 11 Maret (1966) atau yang dikenal sebagai Supersemar menjadi garis start buat Letjen Soeharto beberapa dekade silam untuk naik ke tangga kekuasaan.

Lewat Supersemar itu pula, keabsolutan kekuasaan Soekarno mulai tergerogoti dan digantikan secara resmi oleh Soeharto pada 26 Maret 1968.

Dalam buku “Dwifungsi ABRI Dalam Sistem Politik Indonesia Pada Masa Pemerintahan Soeharto”, Presiden RI kedua itu memberi kesempatan pada ABRI (sekarang TNI) untuk ikut berpolitik.

Soeharto dikatakan ingin memberikan imbal balik bagi para perwira militer yang ikut menumpas PKI, dengan disediakan posisi strategis pula dalam pemerintahan eksekutif. Dengan begitu, Soeharto merasa lebih mudah melakukan serangkaian kebijakannya, mengingat karakteristik militer yang tunduk pada atasan.

Namun baru setahun kemudian setelah ditunjuk sebagai Presiden/Mandataris, Soeharto dilantik secara resmi dan diambil sumpahnya sebagai Presiden RI kedua, pada 26 Maret 1968, tanpa didampingi adanya jabatan Wakil Presiden.

Fase itu jadi permulaan pemerintahan Orde Baru yang bertahan sekira 32 tahun, hingga berakhirnya rezim “The Smiling General” yang runtuh pada Mei 1998.

 

1989 – Pemilu Pertama di Uni Soviet

Pada 1989 pemilihan umum pertama kalinya diselenggarakan di Uni Soviet. Sebanyak 190 juta orang memberikan suara; pemilu ini dimenangi oleh Boris Yeltsin.

Ia meraup 89 persen suara dari konstituen di Moskow. Yeltsin unggul jauh dibandingkan kandidat-kandidat dari kalangan pejabat Partai Komunis.

Tragisnya, pemilu legislatif tersebut adalah yang pertama sekaligus yang terakhir bagi Uni Soviet sebelum pecah pada 1991.

Politik glasnost (keterbukaan politik) dan perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang diperkenalkan oleh Mikhail Gorbachev justru menjadi blunder. Uni Soviet bubar dan berganti nama menjadi Republik Federasi Rusia.

 

2000 – Vladimir Putin Terpilih Jadi Presiden Rusia

Pada 26 Maret 2000, Vladimir Putin memenangi Pemilu Presiden Rusia. Pria yang sebelumnya menjadi Perdana Menteri (PM) Rusia itu menggantikan posisi Boris Yeltsin.

Pada pemilu tersebut, Putin mendapat 52,94 persen suara. Kemenangan itu membuatnya secara resmi menjabat sebagai presiden pada 7 Mei 2000. Hebatnya, saat itu Putin maju sebagai calon independen dan tidak mendapat dukungan partai mana pun.

Selain menjadi Presiden Rusia, Putin kini menjadi Ketua Umum Rusia Bersatu. Itu merupakan sebuah partai politik yang menguasai parlemen di Rusia sebanyak 70 persen. Hal tersebut sudah terjadi sejak April 2008.

oknws.

LEAVE A REPLY