Banjir Sentani, Caleg Dapil Papua Minta Menteri Kehutanan Tanggung Jawab

0
823
Nuril Anwar Caleg DPR RI Dapil Papua dari Partai Gerindra Nomer Urut 7

 

JAYAPURA, Nawacita – Asal muasal Musibah Banjir bandang yang melanda Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua 16 Maret 2019 kemarin secara kasat mata sudah jelas. Pasalnya gelondongan kayu-kayu menerjang rumah warga saat banjir terjadi, hingga mengakibatkan ratusan meninggal dunia adalah fakta yang bisa disaksikan bersama.

 

Namun anehnya, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyatakan penyebab banjir bandang Sentani bukan dari factor penggundulan hutan secara liar. Melalui Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Ida Bagus Putera Prathama, disebutkan penyebab banjir karena bendungan alami yang jebol.

 

Caleg DPR RI Dapil Papua, Nuril Anwar langsung mereaksi statemen tersebut. Menurutnya penjelasan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah upaya mengaburkan fakta-fakta dan ingin lepas tanggung jawab. “Sudah jelas ada gelondongan kayu hasil penebangan yang menghantam rumah-rumah warga sehingga banyak korban meninggal, masak dibilang karena bendungan jebol, ini jelas ada yang mau ditutup-tutupi,” kecam Nuril Anwar, Rabu (20/3/2019).

 

Menurut Nuril, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus berani menyampaikan fakta penyebab banjir bandang Sentani dan jangan mengalihkan isu. Jika yang disampaikan adalah fakta-fakta sebenarnya, maka pemerintah bisa segera melakukan penanganan tepat sasaran agar musibah yang memilukan itu tidak terjadi lagi. “Kasihan warga yang jadi korban, kalau pemerintah seperti mau cuci tangan seperti ini. Jangan sampai musibah seperti ini terjadi lagi karena lemahnya pengawasan dari Kementerian Kehutanan,” tutur Nuril yang juga fungsionaris BPP HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) ini.

 

Informasi yang didapat, lanjut Nuril, ada banyak pohon yang ditebang secara liar di ratusan hektar cagar alam yang ada di pegunungan Cycloop di Jayapura. Berdasarkan informasi aktifis dan tokoh-tokoh masyarakat di lokasi, pembalakan liar sudah terjadi sejak belasan tahun silam. Hingga saat ini musibah banjir yang luar biasa menimpa warga Sentani. “Mana mungkin ada pembalakan liar, tapi pejabat KLHK tidak tahu, jangan bohong lah,” kesalnya.

 

Untuk itu, selain penanganan korban bencana terus dilakukan,  Nuril juga berharap agar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya bertanggung jawab. “MEnteri Kehutanan harus ikut tanggung jawab, hentikan pembalakan di seluruh Papua. Kalau tidak mau bertanggung jawab, sebaiknya Presiden segera mencopot Menterinya karena tidak becus bekerja dan tidak transparan kepada rakyat,” pungkas Nuril Anwar Caleg DPR RI nomer urut tujuh dapil Papua dari Partai Gerindra ini. bdo

 

LEAVE A REPLY