Prabowo Sebut Elit di Jakarta Cuma Mikirin Diri Sendiri

0
403
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menunjukkan kegemarannya berjoget dengan menirukan gerak tari wayang orang saat satu panggung dengan musisi gambus Nissa Sabyan di halaman kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jumat (8/3/2019).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Bandung, Nawacita – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menuturkan bahwa saat ini sebagian masyarakat telah memahami apa yang selama ini ia ingin perjuangakan terkait Pilpres 2019.

Hal itu ia ungkapkan dalam pidato kebangsaan bertajuk ‘Renaisans Indonesia’ di kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jumat (8/3/2019).

“Baru bulan-bulan ini, tahun-tahun ini saya keliling daerah, ke kabupten-kabupaten saya dengar rakyat di desa sudah mulai mengerti dan sudah mulai paham tentang apa yang saya perjuangkan,” ujar Prabowo.

Ia menuturkan setiap kali berdialog dan berkunjung ke daerah, masyarakat meminta agar dirinya menyelamatkan Indonesia, seperti yang selama ini ia gemborkan.

 

Menurut Prabowo, masyarakat saat ini telah paham bahwa bangsa ini harus diselamatkan dari berbagai macam persoalan.

“Tadi di jalan, saya pulang dari masjid, rakyat itu sudah mulai malah bicara ke saya, ‘selamatkan Indonesia, pak, selamatkan Indonesia’. Jadi rakyat merasa bahwa bangsanya harus diselamatkan,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai sebagian besar masyarakat tidak lagi ingin mengikuti keinginan para elite di Jakarta.

Prabowo mengatakan bahwa para elite justru ingin masyarakat Indonesia tetap bodoh agar tetap patuh.

Sementara, kata Prabowo, para elite hanya memikirkan kesejahteraan bagi diri dan keluarganya.

“Elite di Jakarta saya katakan, hatinya sudah beku, mereka hanya mikir kekayaan diri dan keluarganya saja, mereka berpikir mobil mewah apa lagi yang mereka akan beli minggu ini dan mereka pamer,” ucap Prabowo.

“Sementra rakyat dibiarkan miskin dan melarat, ini kenyataannya. Saya paham itu karena saya bagian elite tapi saya yang sadar bahwa itu elite yang salah,” tutur dia. kompas

LEAVE A REPLY