Dinilai Tidak Efektif, Pembatasan 17 Lagu Barat oleh KPID Jabar

0
346
Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah.
Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah.

JAKARTA, Nawacita – Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menuai banyak kecaman setelah mengeluarkan surat edaran pembatasan pemutaran 17 lagu berbahasa Inggris. Dalam surat edaran itu tertulis bahwa lagu-lagu yang bersangkutan hanya boleh diputar atau ditayangkan untuk klasifikasi dewasa, yakni pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Dedeh Fardiah, Komisioner KPID Jawa Barat, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil karena lagu-lagu di atas memuat unsur seks dan perilaku cabul. Dedeh khawatir, lagu-lagu tersebut dapat memberikan dampak negatif untuk anak-anak yang mendengarkan.

Bisma Karisma selaku musisi Jawa Barat termasuk salah satu musisi yang vokal menentang kebijakan ini. Bisma sempat beberapa kali mengomentari hal ini melalui unggahan di Instagram Storynya.

Kepada Pers, Bisma mengatakan bahwa keputusan ini tentu akan berdampak pada industri musiknya sendiri. Hanya saja, lagu-lagu tersebut mungkin sudah tidak bisa diperdengarkan lagi secara bebas oleh masyarakat Jawa Barat.

“Pasti jadi membatasi, tapi tidak akan sefungsional itu rasanya. Dengan adanya portal digital, pendengar masih terfasilitasi kan,” ujarnya.

Bisma juga menyampaikan bahwa musisi Jawa Barat tidak akan melakukan tindakan menyusul keputusan yang dikeluarkan okeh KPID Jabar. Sebagai musisi, ia hanya ingin tetap aktif dalam berkarya meski kini semakin banyak batasan-batasan yang sengaja diciptakan.

“Sejauh ini saya belum denger akan ada tindakan atau tidak. Capek kali ya rasanya kalau masuk telinga kanan, keluar lewat belakang, mendingan bikin karya terus aja. Demonstran yang produktif bukan hanya berkoar dan pasif,” tegasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY