Prabowo Sebut Indonesia Akan Impor 100% BBM

0
328
Capres Nomor 02 Prabowo Subianto.
Capres Nomor 02 Prabowo Subianto.

JAKARTA, Nawacita – Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut jika Indonesia akan mengimpor 100% Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat. Hal itu dikatakan Prabowo dalam debat capres kedua Minggu malam.

Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN akan menurunkan tarif tenaga listrik (TTL), khususnya bagi pelanggan rumah tangga mampu 900 volt ampere (VA).

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membahas soal unicorn dalam pertemuannya dengan pelaku usaha di kawasan berikat (KB).

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin. Berikut berita selengkapnya:

Prabowo Sebut Indonesia Akan Impor 100% BBM, Bos Pertamina: Tidak Mungkin

Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut jika Indonesia akan mengimpor 100% Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat. Hal itu dikatakan Prabowo dalam debat capres kedua Minggu malam.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, tidak mungkin jika Indonesia akan mengimpor 100% kebutuhan BBM dalam negeri. Sebab menurutnya, saat ini saja produksi minyak Indonesia mencapai 800 ribu barel per harinya.

“Tidak mungkin. Kita saja sejak hari ini produk kita 800 ribu barel per hari dari kilang yang sekarang,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Apalagi lanjut Nicke, saat ini juga Pertamina tengah melakukan pembangunan kilang baru di beberapa daerah. Kilang-kilang yang akan dibangun sendiri memiliki kapasitas produksi yang cukup besar sekali.

Salah satu contohnya adalah pembangunan kilang di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pembangunan kilang minyak ini diperkirakan bisa menghasilkan minyak sebanyak 100 ribu per harinya.

“Juga sekarang membangun Balikpapan itu akan menambah kapasitas 100 ribu barel. Kita juga akan membangun kilang-kilang lainnya,” ucapnya.

Selain itu lanjut Nicke, Pertamina juga akan segera mengelola beberapa blok migas yang memiliki kapasitas produksi yang cukup besar seperti salah satunya adalah. Blok Rokan sendiri memiliki kapasitas produksi mencapai 800 barel per hari atau atau setara 25% produksi minyak nasional.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Bos Pertamina meyakini jika pada tahun 2026 nanti kapasitas produksi Pertamina akan tembus 2 juta barel per hari. Artinya dengan kapasitas produksi sebesar itu, besar kemungkinan jika Indonesia tidak akan lagi mengimpor minyak dari luar negeri.

“Sehingga dalam 2026 kapasitas terpasang kilang kita menjadi 2 juta barel perhari. Insya Allah mohon support dari semuanya. Nantinya tidak ada lagi impor produk BBM ketika semuanya sudah selesai,” katanya.

Mulai 1 Maret Tarif Listrik Rumah Tangga 900 VA Turun

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN akan menurunkan tarif tenaga listrik (TTL), khususnya bagi pelanggan rumah tangga mampu 900 volt ampere (VA).

Penurunan tarif listrik tersebut rencananya dilakukan mulai 1 Maret 2019. Penurunan tarif sebesar Rp52 per kilowatt hour (kWh) yang semula Rp1.352 per kWh turun menjadi Rp1.300 per kWh.

”Dengan adanya insentif ini, PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan R-1 900 VA rumah tangga mampu (RTM) agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonomi dalam kesehariannya,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka di Jakarta kemarin.

Menurut dia, insentif tersebut diberikan karena efisiensi perusahaan. Selain itu, indikator lainnya, yaitu terjadinya penurunan harga minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Efisiensi yang dilakukan korporasi itu di antaranya, penurunan susut jaringan, perbaikan SFC (specified fuel consumption ) dan peningkatan CF (capacity factor ) pembangkit listrik. Untuk kondisi harga minyak Indonesia (Indonesian crude price /ICP) selama tiga bulan terakhir mengalami penurunan dari USD62,98 per barel menjadi USD56,55 per barel.

Made menandaskan, insentif penurunan tarif listrik pelanggan 900 VA RTM tidak menyertakan syarat apa pun. Insentif tersebut berlaku bagi 21 juta pelanggan listrik R-1 900 VA RTM.

”Silakan nikmati penurunan tarif ini dan gunakan listrik PLN dengan nyaman dan tentu saja aman,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy Noorsaman Someng. Dia menjelaskan bahwa penurunan tarif dipengaruhi oleh ICP, inflasi, dan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Membaiknya tiga parameter tersebut dapat menjadi pertimbangan PLN untuk menurunkan tarif tenaga listrik. Sejak awal tahun ini nilai tukar rupiah cukup stabil pada kisaran Rp14.000 per dolar AS.

”Kecenderungannya memang sekarang turun. Harga minyak cenderung turun dan kita bisa lihat dari beberapa bulan lalu,” kata dia.

Dia mengatakan, keputusan penurunan tarif listrik nonsubsidi tersebut merupakan kebijakan korporasi. Adapun insentif yang diberikan PLN kepada pelanggan tentu melihat tiga parameter tersebut setelah dilakukan evaluasi.

”Kalau kita lihat secara positif bahwa ada perubahan di parameter-parameter ini. Bisa kita lihat dilakukan penyesuaian, tetapi itu bergantung korporasi,” kata dia.

Sri Mulyani Senyum-Senyum Bahas Unicorn, Kenapa Ya?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membahas soal unicorn dalam pertemuannya dengan pelaku usaha di kawasan berikat (KB).

Dia menyatakan, generasi milenial saat ini lebih suka untuk membuka usaha berbasiskan online, bukan berbasiskan produksi untuk diekspor.

Menariknya, dalam kesempatan itu dia sempat tertawa kecil saat membahas mengenai unicorn. Dia pun, menyitir pernyataan dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai unicorn dalam acara debat capres pada Minggu malam.

Istilah unicorn memang tengah ramai dibicarakan pasca dilontarkan oleh capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam acara debat. Lantaran, Prabowo Subianto terlihat bingung dengan istilah unicorn.

“Anak muda suka yang online-online itu, yang unicorn. Artinya membangun unicorn untuk platform itu is a one thing,” ujar Sri Mulyani di Aula Mezzanine Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Sontak kalimat itu direspons dengan gelak tawa oleh seluruh peserta di ruangan. Para pengusaha hingga wartawan menyunggingkan tawa di wajah. Sri Mulyani sendiri, nampak senyum-senyum kecil saat menyatakan kalimat tersebut.

“Eh ini kalau denger unicorn kenapa ketawa sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Suasana yang sempat ramai degan tawa itu pun kembali tenang, ketika Sri Mulyani melanjutkan penjelasannya. Menurut dia, dengan melibatkan generasi milenial masuk dalam bisnis berbasiskan produksi untuk ekspor, maka akan banyak inovasi yang dihasilkan sehingga ekspor pun dapat semakin meningkat.

Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk mendorong generasi milenial tidak hanya fokus pada startup saja, tapi juga ikut terlibat dalam bisnis yang berorientasi ekspor.

“Unicorn itu kan untuk platform sendiri, tapi kalau berbicara soal the real player-nya kan harus ada sendiri. Jadi diharapkan bahwa generasi kedua, ketiga dengan perspektif perspektif milenial bisa catch up (mengejar ketertinggalan) dengan daya jual yang berbeda, dengan kreativitas yang lebih update dari market yang sekarang,” katanya.

Adapun unicorn merupakan perusahaan startup dengan valuasi senilai USD1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih.

oknws.

LEAVE A REPLY