Perawat di Filipina Diskors ,Karena Rekam dan Unggah Video Pasien Sekarat ke Media Sosial

0
629
Perawat di Filipina Diskors.
Perawat di Filipina Diskors.

CEBU, Nawacita – Tiga perawat wanita di Rumah Sakit Distrik Tuburan, Filipina telah diskors setelah merekam seorang pasien yang sekarat dan mengunggah videonya ke media sosial. Pasien yang diidentifikasi sebagai Jimmy Casas, 23 tahun itu meninggal di malam yang sama.

Dalam video tersebut Casas yang berlumuran darah dan sekarat berusaha memohon pertolongan di ruang gawat darurat rumah sakit. Casas dilaporkan merupakan tersangka dalam operasi anti-narkoba dan mengalami luka dari tembakan yang dilepaskan polisi.

Dia ditembak setelah mengeluarkan pistolnya saat berhadapan dengan seorang polisi yang menyamar sebagai pembeli narkoba. Pria itu ditembak di wajah, pipi, dada, lengan kiri, bahu dan kaki.

Video yang beredar di Facebook itu tidak memperlihatkan ada staf rumah sakit yang merawat korban atau berada di dekat Casas yang sekarat. Dia bahkan tidak dihubungkan dengan dekstrosa atau tabung oksigen.

Diwartakan Sun Star Cebu, Casas seharusnya dipindahkan ke Rumah Sakit Provinsi Cebu di Kota Balamban dan pejabat rumah sakit mengatakan transportasinya sudah siap. Namun, dia meninggal di rumah sakit distrik di Tuburan pada pukul 10:50 waktu setempat atau sekira satu jam setelah dia dirawat.

Kepala Rumah Sakit Distrik Tuburan, Esteban Ligaray mengatakan, para perawat telah disekors selama dua hari setelah insiden yang terjadi pada Jumat, 8 Februari itu. Kepala Kantor Kesehatan Provinsi (PHO) Rene Catan mengatakan bahwa video itu diambil oleh seorang perawat yang bertugas, yang kemudian membagikannya dengan teman-teman dari shift lain. Video tersebut diunggah teman-teman perawat itu ke media sosial.

Catan mengatakan dia telah memperingatkan karyawan rumah sakit untuk tidak mengambil video pasien karena melanggar undang-undang privasi data. Dia juga melarang mereka mem-posting di media sosial komentar tentang pekerjaan mereka.

Pejabat kesehatan itu menjelaskan bahwa Casas sebenarnya telah diberikan pengobatan, termasuk infus dan antibiotik untuk menjaga tanda-tanda vitalnya, tetapi langkah itu tidak direkam dalam video.

“Apa yang dilihat di video adalah pasien kesakitan. suplai oksigennya turun tetapi sayangnya diambil berdasarkan pada laporan salah satu personel kami. Itu adalah fakta,” kata Catan.

Dia menambahkan bahwa PHO telah melakukan penyelidikan awal sebelum video tersebut viral dan menggelar penyelidikan resmi mulai Senin, 18 Februari.

oknws.

LEAVE A REPLY