Beda JK dan OSO soal Ahok Jadi Timses Jokowi

0
325
Jokowi dan Ahok.
Jokowi dan Ahok.

Jakarta,Nawacita – Dua pimpinan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin beda pendapat soal peran Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di tim pemenangan pasangan nomor urut 01 itu. Bila Jusuf Kalla (JK) menolak Ahok masuk TKN, Oesman Sapta Odang (OSO) justru memberikan dukungan.

“Kalau saya ditanya sebagai Ketua Dewan Pengarah, jangan (Ahok masuk TKN),” kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Di TKN Jokowi-Ma’ruf, JK merupakan Ketua Dewan Pengarah. Pria yang kini masih menjabat sebagai Wapres ini punya alasan mengapa melarang Ahok masuk ke tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

Jika Ahok masuk ke TKN, kata JK, hal itu akan mengingatkan orang akan kasus penistaan agama yang membuat eks Gubernur DKI itu dihukum bui 2 tahun penjara. Menurutnya, Orang-orang yang sampai saat ini masih meyakini kesalahan Ahok akan mengira capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mendukung kesalahan Ahok.

“Bahwa bisa berakibat lagi orang mengingat bahwa ‘oh ini Pak Jokowi dukung orang yang penista agama’, kan bahaya itu, bisa mengurangi suara. Apa saya bilang nanti, jadi lebihlah tenang-tenang, toh pemilu lagi 2 bulan,” kata JK.

JK pun menilai efek yang akan diberikan Ahok bila masuk TKN Jokowi-Ma’ruf tidak akan signifikan mengingat pelaksanaan Pilpres 2019 tak akan lama lagi. “Juga efeknya tidak akan banyak,” tuturnya.

Rupanya OSO tak sependapat dengan JK. Menurut Dewan Penasihat TKN ini, Ahok sudah otomatis bergabung dalam pemenangan Jokowi-Ma’ruf tanpa perlu ada formalitas.

“Sebetulnya nggak usah disuruh bergabung juga dia udah bergabung kan, karena dia bergabung dengan PDIP. PDIP kan pendukung 01,” kata OSO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2).

Soal pernyataan JK terkait kasus Ahok, dia justru bertanya-tanya apakah kader baru PDIP tersebut betul penista agama. OSO juga mengingatkan, Ahok sudah menjalani hukumannya.

“Ya itu kan prediksi Pak JK, saya juga nggak bisa mempengaruhi. Tapi kan begini, apa benar Ahok itu penista agama? Itu kan menjadi tanda tanya, ya kan?” ujar Ketua DPD RI itu.
“Jadi, ya, sebetulnya dia sudah melakukan kewajibannya, ya sudah dong. Jadi apa yang mau dilakukan sebagai anak bangsa ya silakan aja dilakukan,” lanjut OSO.

Jokowi sendiri belum mengomentari polemik status Ahok di tim pemenangannya. Namun Ma’ruf Amin sudah angkat bicara. Ia setuju dengan pendapat JK.

“Saya kira bagus sarannya Pak JK itu ya bagus aja,” ujar Ma’ruf Amin kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (13/2).

Sementara itu menurut eks juru bicara Ahok di Pilgub DKI 2017, Raja Juli Antoni, Ahok sudah sadar dengan posisinya. Meski begitu, ia juga memahami kekhawatiran JK.

“Tanpa perlu dilarang, Ahok kayaknya sadar untuk tidak akan terlibat langsung pilpres kali ini, apalagi masuk secara formal di TKN,” ungkap Raja Juli kepada wartawan, Rabu (13/2).

“Dalam konteks itu, saya bisa memahami kekhawatiran Pak JK. Politik identitas pada pilpres lalu sampai sekarang sangat kental. Apalagi setelah Pilkada DKI,” sambung Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf itu.

Terlepas dari masalah ini, Toni meyakini Ahok akan berperan untuk pemenangan Jokowi lewat caranya sendiri. Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin itu yakin Ahok juga tak akan memaksa bisa masuk timses pasangan nomor urut 01 tersebut.

“Dalam konteks itu, saya bisa memahami kekhawatiran Pak JK. Politik identitas pada pilpres lalu sampai sekarang sangat kental. Apalagi setelah Pilkada DKI,” tutup Toni.

 

dtk

LEAVE A REPLY