Jangan Sampai Salah! Ucapan Tahun Baru yang Benar Bukan ‘Gong Xi Fa Cai’

0
1036
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nawacita , MENJELANG Tahun Baru Imlek 2019, banyak orang orang salah kaprah mengucapkan tahun baru karena begitu sering terdengar dan tertulis di spanduk kalimat dalam bahasa Mandarin Gong Xi Facai. Lama-kelamaan orang mengira kalimat itu berarti sebagai ucapan “Selamat Tahun Baru”.

Dilansir dari berbagai sumber, Gong Xi Facai bukan merupakan arti “Selamat Tahun Baru”. Padahal Gong Xi Facai berarti “Selamat, Semoga Kaya”. Ucapan itu mengandung suatu harapan karena itu dapat ditambahkan kata semoga. Gong Xi berarti selamat, Fa berarti berkembang, dan Cai berarti kekayaan. Jika digabungkan Facai berarti berkembang dan menjadi kaya.

Lalu apakah ucapan yang tepat untuk mengatakan “Selamat Tahun Baru”? Kiong Hi berarti selamat, Sin berarti baru, dan Cun mengartikan musim semi. Jadi jika dibaca adalah Sin Cun Kiong Hi yang berarti Selamat Menyambut Musim Semi.

Lalu bagaimana posisi tangan yang benar untuk soja atau pai? Dalam hal ini merupakan sikap yang umum dan bukan dalam konteks keagamaan. Berikut posisi tangan yang benar.

1. Kedua telapak tangan disatukan dan menempelkan kedua jempolnya pada tengah-tengah dada.

2. Mengait-ngaitkan jari2 tangan kanan dan kiri, keduanya dikepalkan dan diangkat sampai batas leher.

3. Tangan kanan dan kiri membentuk kepalan terpisah dan keduanya ditangkupkan didepan dada/sebatas leher.

4. Pilih salah satu, tangan kiri dibungkus tangan kanan dan diangkat didepan dada/sebatas leher atau tangan kanan dibungkus tangan kiri dan diangkat didepan dada/sebatas leher.

Ada makna dibalik sikap tersebut, dimana tangan kanan adalah tangan yang sering berbuat kesalahan sehingga perlu ditutupi (oleh tangan kiri) sewaktu bersoja/pai, untuk memberi penekanan kepada rasa hormat sekaligus meminta maaf atas kesalahan selama ini.

Sikap kelima adalah Yang Bao Yin atau yang diartikan “kita semua harus memupuk sifat yang baik”. Ada dua teknik soja atau pai yang berbasis Konghucu dan Tao. Jika Tao sikap soja nya ke sistem perhitungan waktu dan jalan darah sedangkan yang berbasis Konghucu diartikan sebagai Yin dan Yang, Ibu, dan Ayah.

Posisi tangan dibawah ulu hati untuk ditujukan kepada derajat yang lebih rendah, seperti anak, keponakan, atau cucu. Sedangkan posisi tangan sejajar untuk yang satu level, seperti sepupu atau saudara. Posisi tangan sejajar mulut untuk derajat yang lebih tinggi, seperti ibu, ayah, paman, kakek, nenek dan lainnya. Terakhir, posisi tangan sejajar dahi adalah pai untuk dewa atau “Tuhan”.

oknws.

LEAVE A REPLY