Pola SNMPTN Dikritisi, ini Tanggapan Kemenristekdikti

0
166
ilustrasi ujian
ilustrasi ujian

JAKARTA Nawacita – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengkaji usulan Kemendikbud untuk menghapus ketentuan kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kuota tersebut berdasarkan pada akreditasi sekolah.

“Kami perlu koordinasikan lebih lanjut tentang hal ini,” kata Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof Ismunandar , Kamis (31/1).

Ismunandar mengatakan, tahun ini pola seleksi jalur SNMPTN akan tetap mengacu pada aturan yang telah diatur oleh panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Namun, menurut dia, tahun depan tidak menutup kemungkinan aturan pola seleksi jalur SNMPTN akan direvisi.

“Kita punya waktu untuk tahun depan. Yang sekarang kan sudah jalan,” jelas dia.

Ismundar juga menanggapi wacana perubahan sistem akreditasi sekolah dan madrasah menjadi dua kategori yaitu terakreditasi dan tidak terakreditasi. Menurut dia, jika memang ada perubahan maka pola seleksi dalam SBMPTN akan disesuaikan.

“Kalau memang nanti sistem akreditasi diubah, maka perguruan tinggi dalam perekrutan SNMPTN akan menyesuaikan,” jelas Ismunandar.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengkritisi ketentuan kuota seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang berbasis pada akreditasi sekolah. Menurut dia, pola perekrutan tersebut tidak memberi keadilan bagi siswa.

“Saya juga sudah pesan ke tim yang berhubungan dengan Kemenristekdikti  untuk segera menghilangkan pola kuota jalur SNMPTN yang berbasis akreditasi sekolah,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengusulkan agar perekrutan SNMPTN murni berdasar prestasi siswa pada nilai raport. Intinya, tegas dia, landasan utama siswa diterima jalur SNMPTN adalah prestasi individual siswa bukan prestasi sekolah.

rp

LEAVE A REPLY