Peneliti Klaim Temukan Obat untuk Sembuhkan Kanker Hanya Setahun, Benarkah?

0
182
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nawacita , HINGGA kini kanker masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Para ahli pun terus berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan kanker. Sebab obat yang ada saat ini belum menjamin bisa menyembuhkan kanker 100 persen.

Untuk saat ini, pengobatan kanker yang tersedia adalah operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Beberapa waktu belakangan juga tengah populer yang namanya imunoterapi. Hanya saja masih terus dilakukan penelitian terhadap pengobatan baru tersebut.

Sementara itu, baru-baru ini para peneliti dari Israel mengklaim bila mereka telah menemukan obat yang bisa menyembuhkan kanker dalam jangka waktu setahun.

“Kami percaya ini adalah obat kanker pertama yang terlengkap untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Penyembuhan kanker dengan obat ini akan efektif sejak hari pertama dan berlangsung selama beberapa minggu. Obat ini memiliki efek samping minimal dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada perawatan saat ini,” ungkap Dan Aridor, dari Accelerated Evolution Biotechnologies Ltd seperti yang dikutip dari The Sun, Rabu (30/1/2019).

Menurut peneliti, obat yang ditemukan bersifat generik dan pribadi. Sayangnya, obat ini tidak bisa diterapkan kepada pasien kanker dalam waktu dekat. Sebab para peneliti masih harus melakukan banyak penelitian untuk membuktikan obat ini aman dan efektif. Belum lagi proses perizinan yang memakan waktu lebih dari satu dekade.

Obat yang disebut MuTaTo (toksin multi-target) oleh para peneliti itu berfungsi seperti antibiotik untuk kanker. Pemimpin perusahaan CEP, Dr Ilan Morad mengatakan latar belakang timnya mencari obat baru untuk kanker karena perawatan saat ini dinilai tidak bekerja atau pada akhirnya berhenti bekerja. Tim kemudian mulai mencari solusi.

Mereka berpegangan pada konsep jika sebagian besar obat kanker yang ada saat ini menyerang target spesifik pada sel kanker. Cara kerja itu dinilai gagal karena target dapat bermutasi untuk memecah sel dan menyebar kemudian menghindari serangan. Hal ini yang membuat obat dianggap tidak bekerja dengan baik.

Sedangkan MuTaTo disebut-sebut tidak terpengaruh oleh mutasi karena obat menyerang tiga sasaran sekaligus. “Kanker tidak dapat bermutasi menjadi tiga reseptor pada saat yang sama. Obat ini dapat membedakan antara sel-sel penyakit yang sehat dan tidak sehat. Oleh karenanya pasien tidak akan merasa kesakitan seperti setelah kemo,” ujar Dr Ilan.

Ke depannya peneliti akan mencoba menggunakan obat pada manusia. Sebab selama ini hanya dilakukan percobaan pada tikus. Setelah terbukti efektif bekerja pada kanker manusia, para peneliti kemudian akan melakukan uji klinis fase I, II dan III untuk menentukan keamanan dan keefektifan obat. Dibutuhkan waktu 10-15 tahun atau bahkan lebih untuk menyelesaikan ketiga fase uji klinis sebelum tahap lisensi.

Dokter Ilan berharap MuTaTo suatu hari nanti akan menawarkan perawatan yang sangat personal untuk pasien kanker. Idenya adalah mengirim biopsi untuk pengujian sehingga memungkinkan petugas medis untuk menentukan dosis yang tepat pada setiap pasien guna menyembuhkan penyakit mereka. Dirinya pun mengklaim perawatan hanya memakan waktu beberapa minggu agar pasien bebas dari penyakit.

Namun di sisi lain tim peneliti mengakui mereka baru saja memulai uji klinis. Proses ini memakan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Dengan begitu prospek penyembuhan untuk kanker dalam waktu singkat tampaknya masih jauh.

oknws.

LEAVE A REPLY