Friday, June 12, 2026

1.479 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bojonegoro Mulai Jalani Pelatihan

1.479 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bojonegoro Mulai Jalani Pelatihan

Bojonegoro, Nawacita – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi dan Deklarasi Komitmen Bersama Mendukung Sukses Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Bojonegoro di Ballroom Hotel Dewarna, Jumat (12/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya integritas petugas dalam mengumpulkan data yang akurat dan lengkap dari masyarakat.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemasangan rompi kepada peserta pelatihan serta pemukulan gong. Acara juga diakhiri dengan penandatanganan pakta komitmen antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro sebagai bentuk dukungan bersama terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah menjelaskan bahwa sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Data yang dihasilkan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan pemetaan kondisi ekonomi daerah.

Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar 0,02 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi penurunan sektor migas sebesar 8,72 persen yang berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun demikian, sektor pertanian menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 14,2 persen dan menjadi penopang utama perekonomian Bojonegoro.

“Kalau sektor pertanian tidak naik, pertumbuhan ekonomi kita bisa berada di angka minus. Dampaknya juga terasa pada sektor makanan dan minuman, jasa, hingga kesehatan,” ujar Nurul Azizah.

Ia meminta seluruh petugas sensus untuk menggali data secara lengkap dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai tujuan pelaksanaan sensus ekonomi.

“Tolong minta data secara utuh kepada responden. Sampaikan bahwa sensus ekonomi ini tidak berkaitan dengan pajak, tetapi untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menyampaikan bahwa sebanyak 1.479 petugas akan diterjunkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, pelatihan petugas digelar di tiga lokasi, yakni Hotel Aston, Hotel Eastern, dan Hotel Dewarna, guna memastikan seluruh petugas memiliki standar kompetensi yang sama dalam proses pendataan.

“Pendataan akan dilakukan secara masif mulai 15 Juni hingga 1 Agustus 2026. Pelatihan ini bertujuan memastikan kualitas data yang dikumpulkan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Syawaluddin juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang selama ini aktif membantu sosialisasi dan penguatan pelaksanaan sensus hingga tingkat kecamatan dan desa.

Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut selama proses pendataan berlangsung. Bahkan, BPS berharap Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro menjadi responden pertama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menutup sambutannya, Syawaluddin berpesan kepada seluruh petugas agar menjaga integritas dan profesionalisme saat bertugas di lapangan.

“Jangan ada data yang direkayasa atau dimanipulasi. Jaga kesehatan, keselamatan, dan integritas selama bertugas. Mari bersama-sama mewujudkan Sensus Ekonomi 2026 yang berkualitas untuk Bojonegoro dan Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Parto Sasmito

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru