Buat Tribute, BPN Prabowo: Ahmad Dhani Ibarat John Lennon

0
397
Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dahnil Anzar Simanjuntak.

Jakarta,Nawacita – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyamakan Ahmad Dhani dengan John Lennon. Hal itu lantaran keduanya sama-sama merupakan musisi yang memilih terjun ke politik untuk menyuarakan kritikan.

“Dhani ini kalau kita ibaratkan kaya John Lennon gitu lho. John Lennon tuh juga begitu, matang sebagai musisi, kemudian memilih jalan politik untuk mengkritik. Nah Mas Dhani melakukan hal serupa,” kata Koordinator Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Menurut Dahnil, masa hukuman yang dijalani Dhani akan membuat Dhani semakin kritis terhadap penguasa. Dia pun mengaku kagum dengan sosok caleg Gerindra itu.

“Biasanya kalau sudah begitu, makin jadi itu. Tadi Mas Dhani tegas sekali. Terus terang Bang Sandi, saya tuh kagum ya. Bagi kami Mas Dhani itu berjuang ya. Seharusnya bisa menikmati hidup yang super selebrasi ya, serba mewah dengan kehidupan dia sebagai artis, tapi beliau memilih jalan politik untuk melakukan perlawanan dan perbaikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Dahnil juga menjelaskan perihal pertunjukan musik akustik yang dilakukan Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga sore ini. Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu mengungkapkan, ‘Tribute to Ahmad Dhani’ itu merupakan ide dari sang cawapres.

Sebelumnya, Sandiaga menyanyikan lagu ‘Hadapi dengan Senyuman’ sambil memainkan gitar. Sandi mengatakan lagu ini dipersembahkan untuk Ahmad Dhani.

“Itu murni idenya Bang Sandi. Bang Sandi terenyuh,” kata Dahnil.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara karena terbukti melakukan ujaran kebencian terkait SARA lewat akun Twitter miliknya. Dhani kini mendekam di Rutan Cipinang Jawa Timur.

Siang ini, Dahnil dan Sandiaga juga membesuk Ahmad Dhani di Cipinang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada sang musisi itu.

dtk

LEAVE A REPLY