Pengamat Pendidikan Sesalkan Rumah Pencipta Hymne Guru Dijual

0
217

Madiun Nawacita – Rumah kediaman Sartono, pencipta hyme guru, yang dijual membuat prihatin dunia pendidikan. Dijualnya rumah yang berada di Jalan Halmahera nomor 98 kota Madiun itu dinilai sangat memprihatikan dan harus dipikirkan pemerintah.

“Mendengar kabar bahwa rumah almarhum Bapak Sartono di Kota Madiun akan dijual oleh ahli warisnya barangkali akan membuat keprihatinan yang luar biasa. Apalagi kalau hal tersebut dibeli oleh orang yang tidak mau tahu riwayat pemilik rumah,” terang Pengamat Pendidikan Kota Madiun Ghandi Yuninta Rabu (30/1/2019).

Kalaupun memang benar dijual, kata Ghandi, pemerintah bisa ikut andil dalam pembelian agar jatuh ke tangan yang tahu sejarah pemilik rumah tersebut. Pemerintah lanjut Ghandi diharapkan bisa membeli rumah tersebut.

Pembelinya paling tidak harus tahu tentang pemiliknya. Siapa pencipta lagu Hymne Guru. Harapan saya pemerintah kota bisa mencari solusi. Dibeli pemerintah dan kemudian dijadikan museum guru,” katanya.

Ghandi yang juga mantan Wakil Wali Kota Madiun periode 2004-2009 itu mengungkapkan selain pemerintah kota Madiun, diharapkan organisasi PGRI juga harus ikut andil mengambil langkah agar rumah bisa dipertahankan dan dimanfaatkan untuk dunia pendidikan.

“PGRI juga harus mengambil langkah. PGRI harus melakukan langkah yang bijaksana untuk bisa merawat rumah itu dengan baik, sebagaimana punya kantor kesekretariatan yg berada di Jalan Tanjung Manis kota Madiun. Jadi sebagai salah satu penghargaan terhadap beliaunya pemerintah harus segera menyikapi dengan baik,” tuturnya.

Mantan orang nomor dua di kota Madiun itu menilai Sartono akan dikenang sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sehingga diharapkan peran serta pemerintah baik Madiun maupun pemerintah pusat untuk memikirkan permasalahan tersebut.

“Karena selama dunia pendidikan ada, maka Bapak Sartono lah pahlawan pendidikan. Walaupun sebagai pencipta Hymne Guru, cobalah renungkan syairnya. Penuh dengan syukur kepada guru. Terimakasih guru, aku begini karena guru. Masyaallah betapa luhurnya beliau dalam mentransformasikan budi pekerti,” ucapnya sambil mengucapkan sedikit lirik lagu Hymne Guru.

Diberitakan sebelumnya bahwa Damijati istri almarhum Sartono merasa gundah atas rencana penjualan rumah peninggalan pencipta lagu ‘Hymne Guru’ itu. Rumah peninggalan Sartono akan dijual saudara almarhum untuk dibagikan kepada para ahli waris. Bahkan, tulisan ‘DIJUAL’ sudah ada di rumah berdinding jati itu sejak Hari Raya Idul Fitri 2018.

dtk

LEAVE A REPLY