CommTECH Insight 2019, Upaya ITS Kenalkan Budaya Indonesia ke Dunia

0
229
Internasional Community and Technological Camp (CommTECH) Insight yang ke 12, kembali digelar Direktorat Hubungan Internasional ITS Surabaya.

Surabaya,Nawacita – Direktorat Hubungan Internasional ITS Surabaya menggelar CommTECH Insight 2019. Acara untuk mengenalkan ITS dan budaya Indonesia ke dunia, diikuti 64 peserta dari 14 negara.

Internasional Community and Technological Camp (CommTECH) Insight yang ke 12, kembali digelar Direktorat Hubungan Internasional ITS Surabaya.

Salah satu kegiatan summer course terbaik di Asia itu secara resmi dibuka Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD di gedung Rektorat ITS. Dengan mengusung tema ‘Solving Local Problems with The Global Knowlegde’.

Peserta CommTECH terdiri dari mahasiswa, dosen dan staf universitas. Mereka datang dari Malaysia, Taiwan, Cina, Vietnam, Thailand, Filipina, Jepang, Azerbaijan, Bhutan, Bangladesh, Turki, Polandia, Pakistan dan India.

Peserta diajak berdiskusi dan memecahkan masalah lokal dengan wawasan global yang dimiliki. Mereka akan berbagi ide dengan latar belakang pengetahuan yang berbeda-beda.

Dalam sambutannya, Prof Joni Hermana yakin peserta akan mendapat banyak pengalaman baru dari aspek yang berbeda. Tidak hanya memahami tentang pemanfaatan teknologi, tetapi juga mempelajari permasalahan nyata yang tidak dipelajari di dalam kelas.

“Saya harap kalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaiknya-baiknya dan mampu membangun jejaring dengan teman-teman yang lain,” kata guru besar Teknik Lingkungan ITS.

Direktur Hubungan Internasional (International Office/IO) ITS, Dr Maria Anityasari STME, ada lima departemen yang akan berkontribusi dalam CommTECH Insight 2019. Yakni Departemen Manajemen Bisnis, Departemen Teknik Mesin, Departemen Teknik Komputer, Departemen Teknik Sistem Perkapalan dan Departemen Desain Produk Industri.

“Dua dari departemen tersebut baru kali pertama terlibat CommTECH, yaitu Departemen Teknik Mesin dan Departemen Teknik Komputer,” katanya.

Maria melanjutkan, ada lima subcourses yang dapat dipilih para peserta. Yakni Sociopreneurship in Action, Designing and Building Energy-Efficient Car, Introduction to Game Animation & Internet of Things, Ship Navigation Safety and Risk Assessment of Ship Collision dan Exploring Indonesia Art & Culture.

“Perlu digaris bawahi juga, tidak hanya mahasiswa yang terlibat dalam CommTECH, ada juga dosen dan staf,” ujar Maria yang merupakan lulusan University of New South Wales, Australia.

Peserta akan diberi proyek untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sesuai dengan subcourses yang dipilihnya. Nantinya hasil proyek tersebut akan dipresentasikan ke pihak-pihak terkait bentuk masukan demi kemajuan kota Surabaya dan sekitarnya.

“Selain pengerjaan proyek, para peserta juga akan mendapatkan sentuhan budaya Indonesia melalui pembelajaran bahasa Indonesia, tari tradisional, musik tradisional dan permainan tradisional,” tambahnya.

Maria menyakini, kegiatan tersebut merupakan jendela untuk mengenalkan ITS dan budaya Indonesia ke dunia luar. Maria mengklaim CommTECH menjadi salah satu acara di ITS yang berhasil dan sukses dikenal dunia.

“Saya merasa CommTECH merupakan wadah yang bagus untuk mengenalkan budaya Indonesia, melalui acara ini saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan tentang kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang lokal di Indonesia,” kata mahasiswi asal Vietnam, Trang Ngo.

dtk

LEAVE A REPLY