SBY Minta Tak Diganggu, Hanura Singgung Aksi WO Saat Kampanye Damai

0
240
Inas Nasrullah Zubir.
Inas Nasrullah Zubir.

Jakarta,Nawacita – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan untuk tidak diganggu saat berkampanye pada Januari 2019. Hanura heran atas pernyataan Ketum Partai Demokrat itu.

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah menilai pernyataan itu seolah ‘memojokkan’ kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin. SBY seakan-akan melempar ‘bola panas’ di tengah situasi politik yang semakin panas ini.

“Pernyataan SBY yang meminta agar agar koalisinya tidak diganggu justru menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat, apakah SBY menuduh koalisi Jokowi yang melakukan?” ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/12/2018).

Sebelumnya, setelah bertemu dengan capres Prabowo Subianto di kediamannya, SBY menggelar jumpa pers. Dalam jumpa pers itu, dia mengungkapkan partainya akan intensif berkampanye mulai Januari 2019. Dia kemudian berpesan untuk tidak diganggu.

Inas meminta SBY menjelaskan kepada siapa seruan untuk tidak mengganggu itu ditujukan. Sebab, jika dibiarkan bergulir begitu saja, hal itu akan berakhir menjadi fitnah belaka.

“Jika benar SBY menuduh seperti itu, maka dia perlu membuktikan secara hukum. Karena jika tidak, maka rakyat Indonesia akan menduga bahwa koalisi Prabowo-lah yang melakukan ‘playing victim’ dengan pemeran penderitanya adalah Partai Demokrat pimpinan SBY,” katanya.

Inas pun menilai pesan untuk tidak mengusik PD dan SBY itu sebagai bagian dari sikap mudah baper alias terbawa perasaan SBY. Menurut dia, hal itu selama ini menjadi titik lemah presiden ke-6 RI tersebut. Inas lantas menyinggung aksi walk out SBY saat kampanye damai di Monas pada Minggu (23/11) lalu.

Seperti diketahui, pada kampanye damai itu, SBY memilih WO. Aksi WO itu disebabkan banyaknya atribut partai dan ormas pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dalam acara deklarasi kampanye damai tersebut.

“Pada saat kampanye damai yang lalu, kita juga disuguhi tontonan drama baper-nya SBY yang walk out sebelum acara selesai,” ujar Inas.

“(Tak hanya itu) sudah ada 2 tontonan ‘playing victim’ yang diperankan semuanya oleh ‘Prabowo and the gang’, yaitu ‘Ratna Sarumpaet Gate’ dan ‘Sandiwara Uno’, bisa jadi kasus perusakan atribut Demokrat diduga dilakukan oleh kelompok Prabowo sendiri untuk menarik SBY kembali fokus ke koalisi, di mana sebelumnya SBY sempat menyatakan bahwa Partai Demokrat membebaskan kader dan caleg-nya dalam memilih capres di 2019,” imbuh dia.

 

 

dtk

LEAVE A REPLY