Dipecat karena ‘Bolos’ Paripurna, GKR Hemas: Saya Tak Akui OSO

0
409
GKR Hemas jumpa pers soal pemberhentiannya dari DPD RI.
GKR Hemas jumpa pers soal pemberhentiannya dari DPD RI.

Yogyakarta,Nawacita – Senator asal DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas diberhentikan sementara dari jabatannya di DPD RI karena 12 kali membolos Sidang Paripurna. GKR Hemas menjelaskan ketidakhadirannya dalam sidang bukan tanpa alasan.

“Ketidakhadiran saya dalam sidang dan rapat di DPD RI belakangan ini bukan tanpa alasan,” ujar Hemas dalam konferensi pers di Kantor DPD RI DIY, Jalan Kusumanegara No 133, Yogyakarta, Jumat (21/12/2018).

“Sejak OSO mengambil alih kepemimpinan DPD RI secara ilegal, saya dan beberapa teman tidak mengakui kepemimpinannya. Maka kalau saya hadir dalam sidang yang dipimpin OSO, berarti secara langsung mengakui kepemimpinannya,” lanjutnya.

Selanjutnya, Hemas menjelaskan bahwa keputusan Badan Kehormatan (BK) DPD RI memberhentikannya tidak tepat. Sebab, keputusan tersebut tidak mengacu pada pasal 313 UU No 17 tahun 2014 tentang MD3.

“Isi pasal tersebut yakni anggota DPD RI diberhentikan sementara karena menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana umum yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun. Atau menjadi terdakwa dalam tindak pidana khusus,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, GKR Hemas diberhentikan sementara oleh BK DPD RI pada Kamis (20/12) kemarin. BK DPD beralasan GKR Hemas selama ini dianggap malas menjalankan tugasnya dan kerap membolos dalam persidangan.

dtk

LEAVE A REPLY