Walikota Yogyakarta Kenalkan Konsep Lansia Berdaya Berbasis Active Ageing WHO

Walikota Yogyakarta Kenalkan Konsep Lansia Berdaya Berbasis Active Ageing WHO

Yogyakarta, Nawacita – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menuntut lahirnya kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga pemberdayaan. Konsep lansia berdaya dinilai menjadi solusi agar kelompok usia lanjut tetap sehat, produktif, dan mandiri di tengah tren penuaan penduduk yang terus meningkat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menjelaskan berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, rasio ketergantungan lansia telah mencapai 17,76 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif harus menopang sedikitnya 17 penduduk lansia. Di sisi lain, sebanyak 42,81 persen lansia mengalami keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir, sementara angka morbiditas atau kesakitan mencapai 20,71 persen. Kondisi tersebut diperparah dengan masih banyaknya lansia yang belum memiliki kesiapan finansial sehingga memunculkan fenomena sandwich generation.

Menurut Hasto, yang juga Mantan Kepala BKKBN itu, kondisi tersebut menuntut perubahan paradigma dalam memandang kelompok lanjut usia.

“Dengan kondisi penuaan penduduk Indonesia, lansia harus berdaya agar tidak menjadi beban,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep lansia berdaya mengadopsi konsep Active Ageing dari World Health Organization (WHO) yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, partisipasi, dan keamanan. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi untuk menciptakan kualitas hidup lansia yang lebih baik.

“Konsepnya cuma sehat, ada partisipasi kemudian secure atau keamanan. Kesehatan fisik dan mental sehingga penting untuk mencegah penyakit dengan berolahraga, pemeriksaan kesehatan rutin dan lingkungan ramah lansia. Partisipasi itu terlibat aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan spiritual atau kumpul teman-teman. Kemudian secure ya aman fisik, finansial dan sosial,” terang Hasto.

Menurutnya, Kota Yogyakarta telah memiliki berbagai layanan yang mendukung terwujudnya lansia berdaya, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, 15 sekolah lansia, pendampingan lansia, hingga posyandu lansia. Ia berharap berbagai program tersebut terus mendapat dukungan agar semakin banyak lansia yang tetap aktif dan mandiri.

Sementara itu, Ketua Juang Kencana DIY, Kriswanto, mengatakan organisasinya menjadi wadah bagi para pensiunan BKKBN untuk terus menjalin silaturahmi sekaligus meningkatkan pengetahuan, khususnya mengenai kesehatan lansia. Saat ini Juang Kencana DIY memiliki 245 anggota dan secara rutin menggelar kegiatan edukatif, termasuk jambore daerah.

“Ini untuk menyambung tali silaturahmi yang telah terjalin selama kita bekerja bersama-sama. Jadi lansia pensiunan ini butuh tambahan ilmu ya, salah satunya tujuannya itu. Kebetulan Pak Hasto dulu Kepala BKKBN, kemudian beliau menguasai masalah-masalah terkait dengan kesehatan lansia, sehingga kita mohon menyampaikan materi dan memberikan motivasi,” ucap Kriswanto.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru