Hadapi Pemilu 2019, Golkar Gunakan Big Data

0
605
Partai-GOLKAR
Partai-GOLKAR

JAKARTA Nawacita — Butuh cara menggabungkan cara konvensional dan modern bagi partai politik untuk menghadapi Pemilu 2019. Partai Golkar, mengadopsi cara tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar  Cicip Syarif Sutarjo, mengatakan,  pemanfaatan big data, seperti yang dirintis Partai Golkar, merupakan cita – cita. Harapan lama yang kini baru saja di wujudkan dengan nama “Big Data Golkar Menang dan Micro Targetting” sebagai kado akhir tahun 2018.

Kompetisi yang ketat dengan 16 Parpol skala nasional dan 4 Parpol lokal di Aceh, membutuhkan gerak mudah bagi legislator Golkar untuk meraih kemenangan dengan efektif dan efisien. Dengan big data, menyasar target pemilih pendukung dengan micro targetting akan memudahkan calon anggota legislatif (Caleg) bekerja di lapangan.

Melalui big data, akan menghadirkan kekuatan pemetaan pemilih, penentuan matematika politik, sebaran wilayah garapan, hingga penentuan pola pemenangan yang cermat, agar peluang kemenangan Partai Golkar Besar dan memudahkan calegnya lolos ke Senayan.

“Mengapa Golkar Menyiapkan diri dengan big data, karena semua data yang terbuka ataupun tertutup diolah sebagai analisis dan strategi untuk mengarahkan pemenangan pemilu yang digelar bersamaan. Kondisi faktual caleg Golkar dari unsur pejawat maupun new comer perlu dibantu dengan tools, yang akan membantu kerja caleg dan tim pemenangannya,” kata Cicip melalui siaran persnya,  Kamis (20/12) malam.

Dengan big data analytic yang disertai dengan system web based (ICT), mobile apps, disertai teknik statistik dalam membaca dan mendesain peluang kontestasi dan pemenangan Legislatif 2019, akan membantu caleg Golkar bertarung dengan happy, bukan saling menghabisi.

Dengan big data dan micro targetting, sinergi antar caleg akan terjadi dan kekuatan kompetitor juga bisa dimonitor.

Jika big data Golkar Menang, akan menghadirkan pola penggalangan suara menjadi lebih akurat karena menggunaakan basis data pemilih yang sebelumnya telah diagitasi oleh relawan, sehingga hasil pemilu lebih cepat diketahui.

Strategi kampanye dan pola pemenangan yg ideal, lanjut Cicip, adalah mengkombinasikan antara kemampuan membaca data, mengolah, menganalisa perolehan suara Pileg 2014 dan sebaran wilayahnya. Kemudian, digabungkan dengan pembentukan tim ahli strategi dan relawan pemenangan yang menguasai jaringan dan teritorial.

rb

LEAVE A REPLY