TKN Minta Aparat Usut Tuntas Penjualan Blanko KTP-El

0
331
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto

JAKARTA, Nawacita — Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) meminta aparat untuk mengusut tuntas temuan penjualan blanko KTP-el di salah satu gerai daring. Tim menilai, keberadaan penjualan blanko KTP-el itu berpotensi membahayakan pemilu.

“Tidak boleh itu harus diusut tuntas. Siapapun itu, itu pelanggaran pidana berat karena data tunggal penduduk yang melalui KTP harus dijaga kerahasiaannya termasuk blankonnya,” kata Sekretaris TKN KIK Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (6/12).

Hasto menjamin, KIK tidak akan memanfaatkan hal semacam itu guna mendapatkan perolehan suara dalam pemilu. Lebih lanjut, dia mengaku, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak memiliki ilmu untuk memanfaatkan hal-hal demikian untuk kepentingan pribadi.

Wakil Direktur Saksi TKN KIK Lukman Edy meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyiapkan perangkat keras guna menguji keaslian KTP saat akan dipakai di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dia mengatakan, Bawaslu harus bisa memberikan jaminan jika warga yang memberikan suara di TPS dengan hanya membawa KTP itu bisa diuji keaslian kartu identitasnya.

Lebih lanjut, Lukman meminta Bawaslu untuk membuat aplikasi untuk menguji keaslikan KTP pemilih. Ini, dia mengatakan, meningat pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) hanya diperbolehkan memberikan suara pada jam yang telah ditentukan.

“Kalau bawaslu sanggup dan bisa menyiapkan aplikasi penguji ketika jam 12.00 sampai jam 13.00 itu semua clear,” kata mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilu itu di posko pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

LEAVE A REPLY