Peringati Hari Santri, Prabowo Napak Tilas Resolusi Jihad di Jatim

0
576

NAWACITA.CO – Kepedulian kandidat pemilihan Presiden 2019, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dalam jamaah Nahdliyin makin luar biasa. Hal itu bakal ditunjukkan tatkala keduanya menjalani rangkaian kegiatan di Jawa Timur 21-22 Oktober mendatang. Salah satunya adalah melakukan ikhtiar untuk mengingat kembali sejarah Resolusi Jihad para ulama ketika perjuangan Oktober tahun 1945 lalu.

Anwar Sadar, Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi Jawa Timur mengungkapkan, agenda besar Prabowo dan Sandiaga di Jawa Timur adalah melakukan perjalanan di rute yang dilalui Resolusi Jihad. “Bertepatan hari Santri 22 Oktober, pada hari itu Pak Prabowo dan Mas Sandi insya Allah akan ke Jawa Timur melakukan napak tilas ke Jombang, Mojokerto dan berakhir di Tugu Pahlawan Surabaya,” ungkap Anwar Sadad, Kamis (18/10/2018).

Ditambahkannya, kegiatan Resolusi Jihad yang digagas oleh Capres nomer urut 02 ini dimulai dari Lapangan di Komplek Ponpes Tebu Ireng, Jombang dengan menggelar Apel Akbar pada 22 Oktober 2018. Giat ini mirip dengan sejarah Resolusi Jihad yang digagas KH Hasyim Asy’aari 73 tahun yang lalu. Dimana setelah ada seruan Jihad dari NU, masyarakat dari Jombang, terutama santri dan ulama bahu membahu mengusir penjajah kolonial Inggris dan Jepang di Surabaya dengan berjalan bersama sepanjang 93 km. “Tepat pada 22 Oktober 1945, Resolusi Jihad membakar semangat seluruh lapisan rakyat hingga pemimpin di Jawa Timur terutama di Surabaya, sehingga dengan tegas mereka berani menolak kehadiran Sekutu yang sudah mendapat ijin dari pemerintah pusat di Jakarta,” ceritanya.

Prabowo-Sandi, kata Sadad, ingin merasakan langsung heroisme perjuangan para ulama NU tersebut dengan melakukan hal yang sama. Dalam bentuk napak tilas perjuangan dari Jombang ke Surabaya. “Insya Allah Gus Sholah, sebagai cucu Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari akan melepas rombongan Pak Prabowo dan Mas Sandiaga untuk napak tilas Resolusi Jihad menuju Surabaya,” ungkapnya.

Ditambahkan Politisi Gerindra ini, dalam apel akbar di Tebu Ireng Jombang, juga akan diikuti ribuan santri. “Kami ingin mengingat kembali, perjuangan ulama dan santri jaman dulu, agar terus diingat menjadi motivasi untuk generasi milenial sekarang,” tutur Anggota DPRD Jatim yang juga keluarga besar ponpes Sidogiri Pasuruan ini.

Sementara itu, Ketua Media Centre badan Pemenangan Provinsi PRabowo-Sandi Jawa Timur, Hadi Dediyansyah menambahkan, rute napak tilas Resolusi Jihad NU yang dilakukan Prabowo-Sandi nanti bukan pengerahan massa seperti halnya kampanye. Karena hanya iring-iringan mobil dari Jombang, Mojokerto hingga Finish di Tugu Pahlawan Surabaya. “Napak tilas itu akan mampir di pondok-pondok pesantren, tempat-tempat bersejarah, termasuk mampir di Trowulan Mojokerto dan terakhir di Tugu Pahlawan Surabaya,” jelas Hadi.

Sehari sebelumnya, yakni 21 Oktober 2018, Cawapres Sandiaga Uno akan datang lebih dulu ke Jawa Timur. Menurut Jadwal Sandiaga akan Sholat Dhuhur di Masjid Kawasan Pasar Tembok, lalu ziarah ke makam musisi Gombloh di Makam Tembok. Setelah itu, lanjut menemui emak-emak dan pedagang di pusat Grosir Pasar Turi. “Setelah di Surabaya, kemudian menuju Mojokerto untuk menemui Petani Bawang Merah dan beberapa agenda kegiatan bersama pemuda millennial di Mojokerto,” pungkas Hadi.

Ditambahkannya, kegiatan Resolusi Jihad yang digagas oleh Capres nomer urut 02 ini dimulai dari Lapangan di Komplek Ponpes Tebu Ireng, Jombang dengan menggelar Apel Akbar pada 22 Oktober 2018. Giat ini mirip dengan sejarah Resolusi Jihad yang digagas KH Hasyim Asy’aari 73 tahun yang lalu. Dimana setelah ada seruan Jihad dari NU, masyarakat dari Jombang, terutama santri dan ulama bahu membahu mengusir penjajah kolonial Inggris dan Jepang di Surabaya dengan berjalan bersama sepanjang 93 km. “Tepat pada 22 Oktober 1945, Resolusi Jihad membakar semangat seluruh lapisan rakyat hingga pemimpin di Jawa Timur terutama di Surabaya, sehingga dengan tegas mereka berani menolak kehadiran Sekutu yang sudah mendapat ijin dari pemerintah pusat di Jakarta,” ceritanya.

Prabowo-Sandi, kata Sadad, ingin merasakan langsung heroisme perjuangan para ulama NU tersebut dengan melakukan hal yang sama. Dalam bentuk napak tilas perjuangan dari Jombang ke Surabaya. “Insya Allah Gus Sholah, sebagai cucu Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari akan melepas rombongan Pak Prabowo dan Mas Sandiaga untuk napak tilas Resolusi Jihad menuju Surabaya,” ungkapnya.

Ditambahkan Politisi Gerindra ini, dalam apel akbar di Tebu Ireng Jombang, juga akan diikuti ribuan santri. “Kami ingin mengingat kembali, perjuangan ulama dan santri jaman dulu, agar terus diingat menjadi motivasi untuk generasi milenial sekarang,” tutur Anggota DPRD Jatim yang juga keluarga besar ponpes Sidogiri Pasuruan ini.

Sementara itu, Ketua Media Centre badan Pemenangan Provinsi PRabowo-Sandi Jawa Timur, Hadi Dediyansyah menambahkan, rute napak tilas Resolusi Jihad NU yang dilakukan Prabowo-Sandi nanti bukan pengerahan massa seperti halnya kampanye. Karena hanya iring-iringan mobil dari Jombang, Mojokerto hingga Finish di Tugu Pahlawan Surabaya. “Napak tilas itu akan mampir di pondok-pondok pesantren, tempat-tempat bersejarah, termasuk mampir di Trowulan Mojokerto dan terakhir di Tugu Pahlawan Surabaya,” jelas Hadi.

Sehari sebelumnya, yakni 21 Oktober 2018, Cawapres Sandiaga Uno akan datang lebih dulu ke Jawa Timur. Menurut Jadwal Sandiaga akan Sholat Dhuhur di Masjid Kawasan Pasar Tembok, lalu ziarah ke makam musisi Gombloh di Makam Tembok. Setelah itu, lanjut menemui emak-emak dan pedagang di pusat Grosir Pasar Turi. “Setelah di Surabaya, kemudian menuju Mojokerto untuk menemui Petani Bawang Merah dan beberapa agenda kegiatan bersama pemuda millennial di Mojokerto,” pungkas Hadi.

( SI/ Dny)

LEAVE A REPLY