Aktivitas Ekonomi Bali Tak Terganggu Gempa Situbondo

0
358
ilustrasi
ilustrasi

Nusa Dua,Nawacita — Aktivitas ekonomi masyarakat Bali berlangsung normal meski gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) di Situbondo, Jawa Timur sempat terasa di wilayah tersebut.

Pantauan CNNIndonesia.com, kantor cabang perbankan, pertokoan, serta hotel beroperasi seperti hari biasa. Perhelatan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) yang tengah berlangsung di Bali pun berjalan sesuai jadwal.

Ery, petugas penerima tamu di salah hotel di Nusa Dua Bali, menyatakan operasional hotel berlangsung normal sejak semalam. Pasalnya, getaran gempa yang tidak terlalu besar dan tidak membuat alarm sistem pendeteksi gempa di hotel berbunyi.

“Kalau gempa tidak terlalu besar dan cuma sebentar, sistem alarm hotel tidak berbunyi. Kemarin, enam SR di sana (Situbondo), di sini (Bali) tak sampai segitu,” ujar Ery kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/11).

Ery mengungkapkan dirinya terakhir merasakan gempa yang guncangannya cukup besar pada waktu gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar dua bulan lalu. Setelah itu, ia mengaku tak merasakan gempa lagi.

“Gempa di sini tak terlalu sering,” ujarnya.

Nyoman, salah satu supir angkutan sewa di Bali, mengungkapkan kawasan Nusa Dua berada di lahan bukit dan banyak kapur sehingga guncangan gempa tak begitu terasa. Karenanya, meski merasa rumahnya bergetar semalam, ia tak sampai panik dan keluar rumah.

“Aktivitas seperti biasa. Seingat saya, di Bali, gempa tidak pernah besar,paling cuma getar-getar tidak sampai merusak,” ujarnya.

Hal sama juga diungkap Cholis yang merasa gempa tak mengganggu aktivitas pekerjaannya pagi ini sebagai pekerja lepas. Ia mengaku tak khawatir dan tetap beraktivitas normal.

“Saya dari Singaraja, jadi guncangannya tidak berasa,” ujarnya.

Sementara, Komang Budiyasa mengaku guncangan gempa sempat membuatnya berlari ke luar rumah. Namun, pagi ini, ia juga berangkat kerja seperti biasa, tak ada ketakutan berlebihan.

“Waktu saya rasa goyang saya langsung lari keluar (rumah) tapi tak berapa lama saya langsung masuk lagi. ,” ujarnya.

Menurut Komang, rssa was-was dalam bekerja tetap ada. Namun, ia mengingatkan bahwa bencana alam bisa terjadi di mana saja. Karenanya, rasa khawatir itu tak membuatnya takut dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

CNNindnsia

LEAVE A REPLY