Bulog Pastikan Tak Perlu Impor Beras Sampai Juni 2019

0
257
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Nawacita — Perum Bulog memastikan pasokan beras mencukupi hingga Juni 2019. Itu berarti, kontrak impor baru tak lagi diperlukan. Bahkan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut pihaknya mampu menyerap beras sebanyak 4 ribu ton per hari ketika musim kemarau nanti.

Menurut hitung-hitungannya, stok beras hingga akhir tahun ini mencapai 3 juta ton. “Untuk hadapi 2019 ini, saya sudah buat tim sebenarnya untuk kondisi berasa seperti apa, tapi untuk kebutuhan sampai Juni 2019 aman,” ujarnya di Kantor Perum Bulog, Rabu (19/9).

Namun demikian, ia belum bisa menjabarkan detil angka stok hingga Juni 2019. Ia hanya bilang dengan hitung-hitungan penyerapan Bulog 4 ribu ton per hari saat kemarau, maka pasokan dan permintaannya meyakinkan untuk tidak ada impor sampai periode tersebut.

“Berdasarkan data dan fakta yang dihitung para ahli tim mengatakan sampai Juni 2019 itu tidak perlu impor,” tegas Budi.

Saat ini, stok beras di Gudang Bulog tercatat sebanyak 2,4 juta ton. Kemudian, Bulog masih memiliki sisa kontrak beras impor tahun lalu sebanyak 400 ribu ton. Artinya, stok beras di Gudang Bulog akan bertambah menjadi 2,8 juta ton.

“Jadi 2,8 juta ton dikurangi untuk beras sejahtera (rastra), kemudian dengan ditambah 400 ribu ton per hari sampai Desember totalnya bisa tiga juta ton,” jelasnya.

Khusus untuk di Pasar Induk Cipinang sendiri stok beras mencapai 47 ribu ton. Setiap harinya Pasar Induk Cipinang mendapatkan kiriman beras sebanyak empat ribu ton, tetapi hanya tiga ribu ton yang terserap oleh pasar.

“Evaluasi sementara pasar memang stoknya masih banyak. Kebutuhan masyarakat tentang beras juga rupanya masih sedikit, buktinya yang beli sedikit,” pungkas Budi.

cnn

LEAVE A REPLY