PPP: Cara Lulung dan Okky Asokawati Pindah Partai Tidak Beretika

0
523
Sekertaris Jenderal PPP Arsul Sani
Sekertaris Jenderal PPP Arsul Sani

Jakarta, Nawacita-Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan atau PPP Arsul Sani menyesalkan cara Okky Asokawati dan Abraham Lunggana alias Haji Lulung meninggalkan partai berlambang Ka’bah itu. Arsul menilai keduanya tidak memperhatikan etika politik dalam berpindah partai.

“Kalau warga negara itu sedang menjabat sebagai anggota DPR, DPRD, maka etika politiknya itu yang harus ditegakkan. Nah ini saya menyesalkan,” kata Arsul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

Okky Asokawati merupakan politikus PPP yang kini duduk sebagai anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat. Okky pindah dari PPP dan mencalonkan diri sebagai caleg dari Partai Nasdem.

Adapun Haji Lulung adalah kader PPP yang menjabat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Di kontestasi pemilihan legislatif 2019, Lulung memutuskan mencalonkan diri melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Arsul menganggap keduanya belum resmi mengundurkan diri dari PPP. Sebab, kata Arsul, mereka harus mengundurkan diri dari dua keanggotaan sekaligus, yakni keanggotaan partai dan keanggotaan Dewan.

Arsul berujar keduanya pun sudah tidak berhak mendapatkan gaji sebagai anggota DPR dan DPRD jika sudah mengundurkan diri dari fraksi. “Secara moral dan hukum dia harus berhenti sebagai anggota DPR dan DPRD, meskipun secara administrasinya ada yang belum selesai,” katanya.

Arsul pun mencontohkan pengunduran diri Titiek Soeharto dan Akbar Faisal yang dia nilai baik dan memperhatikan etika politik. Titiek merupakan eks kader Golkar yang pindah ke Partai Berkarya besutan adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Sedangkan Akbar Faizal merupakan eks kader Hanura yang pindah ke Partai Nasdem. “Kan mundur dulu, baru mengumumkan ke publik kalau pindah partai. Itu namanya gentle,” kata Sekjen PPP Arsul Sani.

tmpo

LEAVE A REPLY